Viral Preman Minta Jatah ke Sopir Taksi Online, 4 Pelaku Diciduk Polisi

Bangun Santoso | Yosea Arga Pramudita
Viral Preman Minta Jatah ke Sopir Taksi Online, 4 Pelaku Diciduk Polisi
Ilustrasi penangkapan. (Foto: AFP)

Aksi preman di Tangerang itu terekam di video meminta jatah parkir Rp 100.000 kepada sopir taksi online

SuaraBanten.id - Aksi pemerasan terhadap sopir taksi online terjadi di kawasan proyek Perumahan Lavon 2, Pasar Kemis, Tangerang, Banten pada Minggu (17/5/2020) pekan lalu. Aksi tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 27 detik yang diunggah oleh akun Instagram @tangerang24jam.

Dalam video tersebut, sang preman meminta uang kepada korban senilai Rp 100 ribu sebagai jatah upeti parkir. Korban yang berada di dalam mobil menolak permintaan sang preman itu.

Namun, preman berbaju gelap itu malah marah-marah karena permintaannya ditolak oleh korban. Aksi sok jagoan itu akhirnya direkam oleh sang sopir taksi online hingga viral di media sosial.

Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Bahkan, pihaknya sudah meringkus empat orang itu pada Selasa (19/5/2020) kemarin.

"Ya, kami berhasil mengamankan empat orang terkait peristiwa pemerasan terhadap sopir taksi online itu," kata Ade saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2020).

Dalam kasus ini, polisi hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni BU alias ICE. Sebab, pria itu adalah sosok preman yang melakukan pemalakan --dan mukanya terekam jelas dalam video yang viral di media sosial.

"Dari hasil pemeriksaan kami menetapkan BU alias ICE yang menjadi tersangka atas tindak pidana pemerasan yang wajahnya terekam dalam video yang viral," katanya.

Aksi pemerasan ini bermula saat korban masuk ke lokasi proyek Perumahan Lavon 2, Tangerang, Banten untuk mengantar penumpang. Namun, ketik hendak keluar kompleks, dia diadang tersangka yang meminta uang senilai Rp 100 ribu dengan dalih sebagai uang parkir.

"Pas korban mau keluar dari lokasi kemudian tersangka meminta uang parkir dengan harga yang tidak normal yakni Rp 100 ribu," beber Ade.

Ade menyebut, semula korban ogah memberi upeti pada tersangka. Selanjutnya, tersangka malah marah-marah karena tidak diberi uang dan mendapat penolakan dari korban.

Korban kemudian meraih ponsel genggamnya dan langsung mengabadikan momen tersebut. Tak berselang lama, video pemerasan itu beredar luas di media sosial.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS