Kisah Kariri, Korban Tsunami di Huntara Dengan 11 Anggota Keluarganya

Kariri harus tinggal di bangunan berukuran 3x6 meter bersama istri, tujuh anaknya dan tiga menantu.

Chandra Iswinarno
Senin, 23 Desember 2019 | 04:30 WIB
Kisah Kariri, Korban Tsunami di Huntara Dengan 11 Anggota Keluarganya
Suasana Huntara korban tsunami Banten. (Suara.com/Saepulloh)

SuaraBanten.id - Kariri (56) satu dari ratusan kepala keluarga korban Tsunami Banten masih menunggu kepastian pemerintah mengenai hunian tetap (huntap) yang dijanjikan beberapa waktu silam.

Kini, Kariri menempati salah satu huntara di Kampung Citanggok, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang Banten. Setahun sudah bencana tsunami meluluhlantahkan rumahnya. Ia terpaksa tinggal di huntara dengan kondisi memprihatikan.

Kariri harus tinggal di bangunan berukuran 3x6 meter bersama istri, tujuh anaknya dan tiga menantu. Kondisi tersebut tentunya membuat huntara yang ditempatinya tidak nyaman. Lantaran mereka harus tidur menumpuk setiap malamnya.

"Saya tinggal di huntara itu 11 jiwa. Anak, mantu dan istri. Ya gimana mas tinggal di huntara dengan 11 jiwa dengan ukuran 3×6 (meter), suka dan duka sangat kami rasakan, khususnya di sini. Mau enggak mau dimuatin saja mas," katanya saat ditemui di huntara pada Minggu (22/12/2019).

Baca Juga:Setahun Tinggal di Huntara, Bupati Pandeglang Minta Korban Tsunami Bersabar

Untuk menyambung hidup di huntara, Kariri bersama istrinya membuka warung. Untuk mencari tambahan, ia ikut temannya menjadi anak buah kapal (ABK) di kapal nelayan.

"Yang pasti kami berharap kepada pemerintah itu segera dibereskan," katanya.

Kejadian pada 22 Desember setahun silam, masih membekas. Saat itu, ia mengingat ombak datang menerjang, seperti suara kapal dengan ketinggian gelombang mencapai satu meter.

"Dari tengah air itu putih setelah ke pinggir item campur lumpur. Air yang kedua (tingginya) sekitar tiga meter, ketiga itu hampir 10 meter. Saya mengatakan seperti itu, karena ada di situ," katanya.

Saat itu, dalam kondisi tak menentu, ia dan keluarga terus berdoa berusaha untuk menyelamatkan diri. Setelah seminggu kejadian tersebut, Kariri mengaku trauma dan tak berani menceritakannya hingga seminggu usai kejadian.

Baca Juga:Korban Tsunami Banten Tagih Janji Hunian Tetap ke Pemerintah

"Ini sekarang saya bisa bicara seperti ini, dulu sehari sampai seminggu enggak bisa ngomong, baru mengucap saja udah nangis, sampai pejabat yang mau ngobrol enggak bisa semua nangis," katanya.

Kontributor : Saepulloh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak