Musim Hujan, Lebak Banten Waspada Banjir dan Serangan Ular Berbisa

Pebriansyah Ariefana
Musim Hujan, Lebak Banten Waspada Banjir dan Serangan Ular Berbisa
Warga menangkap ular sendok jawa atau kobra jawa (Naja sputatrix) di Perum Tata Lestari, Kecamatan Singaparna, kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (16/12). [ANTARA FOTO/Adeng Bustomi]

Apabila, intensitas curah hujan tinggi dapat menimbulkan luapan arus sungai besar, di antaranya Sungai Ciujung, Sungai Ciberang, Sungai Cisimeut, dan Sungai Cimadur.

SuaraBanten.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Banten mewaspadai bencana banjir dan ular berbisa sehubungan memasuki musim hujan.

BPBD Lebak sudah menyebar surat imbauan kepada masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) yang kerapkali diterjang banjir. Masyarakat yang tinggal di DAS jumlahnya mencapai ribuan kepala keluarga(KK) yang tersebar di 16 kecamatan.

"Kita sepekan terakhir ini curah hujan cenderung meningkat, bahkan Kecamatan Bayah dan Cibeber diterjang banjir bandang dan longsoran," kata Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Lebak Madias di Lebak, Rabu (18/12/2019).

Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak masuk kategori rawan banjir karena memiliki 17 sungai besar dan ratusan anak sungai. Kawasan hulu sungai itu terdapat Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan hutan lindung serta hutan adat Badui.

Apabila, intensitas curah hujan tinggi dapat menimbulkan luapan arus sungai besar, di antaranya Sungai Ciujung, Sungai Ciberang, Sungai Cisimeut, Sungai Cimadur, dan Sungai Cicinta.

"Kami berharap masyarakat yang tinggal di bantaran DAS dapat meningkatkan kesiagaan bencana banjir itu," katanya.

Madias mengimbau masyarakat Kabupaten Lebak curah hujan tinggi juga waspada terhadap populasi ular berbisa. Biasanya, pada musim hujan tersebut ular tanah (Ankistrodon rhodostoma) berkeliaran di ruas jalan, kebun, permukiman warga dan di bawah pohon yang suhunya dingin.

Populasi ular berbisa di Kabupaten Lebak tersebar di 28 kecamatan dan sangat mematikan jika mengalami keterlambatan mendapat pertolongan medis. Selama ini, populasi ular berbisa masih banyak karena habitatnya di hutan-hutan belukar juga di halaman rumah.

"Kami minta warga jika berpergian malam hari terlebih dulu waspada terhadap gigitan ular berbisa itu," katanya.

Ia menyebutkan, saat ini sejumlah daerah langganan banjir tersebar di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Gunung Kencana, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira. Kebanyakan mereka warga yang terdampak banjir, karena tinggal di sekitar DAS.

"Kami berharap warga dapat meningkatkan kewaspadaan banjir dan ular berbisa untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," katanya. (Antara)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS