- TPST Abu & Co di Serpong, Tangerang Selatan, beroperasi sejak 1993 tanpa izin resmi karena belum memenuhi persyaratan teknis.
- Wali Kota Benyamin Davnie meminta pengelola menyelesaikan perizinan dan menggeser lokasi karena melanggar garis sempadan Sungai Cisadane.
- Akademisi hukum Suhendar menyatakan pembiaran aktivitas ilegal tersebut dapat memicu ancaman pidana bagi pejabat pemerintah yang tidak mengawasi.
SuaraBanten.id - Aktivitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Abu & Co di Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi sorotan. Pasalnya, tempat pengolahan sampah tersebut disebut telah beroperasi sejak sekitar 1993, namun hingga kini belum mengantongi izin.
Meski demikian, TPST Abu & Co masih beraktivitas dan keberadaannya terindikasi berdampak terhadap lingkungan, khususnya Sungai Cisadane.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pengelola TPST Abu & Co sebelumnya telah mengajukan izin untuk menjalankan aktivitas pengolahan sampah. Namun, hingga kini Pemkot Tangsel belum menerbitkan izin lantaran persyaratan teknis belum terpenuhi.
"Kami sesalkan adalah sementara proses izin masih terus berlangsung, mereka terus melakukan penanganan sampah, yang saya khawatir tidak sesuai dengan spesifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup," kata Benyamin saat diwawancarai di kantornya, Senin (22/9/2026).
Benyamin meminta pengelola TPST Abu & Co menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi dan teknis sebelum melanjutkan aktivitas pengolahan sampah.
"Lanjutkan dulu proses perizinannya. Sudah lama diajukan, tapi kami tetap, urusan teknis harus diselesaikan dulu. Ada garis sempadan Sungai Cisadane 100 meter, nah itu tidak dipenuhi. Kalau mereka mau melanjutkan ya harus bergeser," ungkapnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penindakan terkait pelanggaran peraturan daerah, Benyamin mengatakan pihaknya masih akan melihat lebih detail hasil pengawasan yang dilakukan dinas terkait.
"Nanti kita akan lihat seperti apa," katanya.
Terpisah, praktisi sekaligus akademisi hukum Suhendar menanggapi pernyataan Wali Kota Tangsel tersebut.
Baca Juga: Kekeringan di Tangsel Semakin Meluas hingga 30 Titik, 3.423 Jiwa Terdampak
Menurut Suhendar, pernyataan Benyamin menunjukkan bahwa Pemkot Tangsel telah mengetahui adanya aktivitas TPST Abu & Co yang diduga berpotensi berdampak terhadap lingkungan, khususnya Sungai Cisadane.
Namun, menurutnya, aktivitas tersebut semestinya dihentikan sementara hingga seluruh persyaratan perizinan dan teknis terpenuhi.
"Jelas itu pembiaran. Semestinya segera ditertibkan agar tidak mencemari Sungai Cisadane, karena akan menimbulkan kerugian yang lebih besar," kata Suhendar saat dikonfirmasi, Selasa (23/9/2026).
Suhendar menjelaskan, apabila terdapat unsur kesengajaan dari pejabat pemerintah untuk tidak melakukan pengawasan terhadap ketaatan kegiatan usaha pada ketentuan lingkungan hidup, kondisi tersebut dapat memiliki konsekuensi hukum.
"Pejabat pemerintah secara tegas diancam dengan ancaman pidana satu tahun dan denda Rp500 juta bila dengan sengaja tidak melakukan pengawasan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Pasal 112 UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH)," jelasnya.
Ia menambahkan, apabila pejabat pemerintah telah mengetahui adanya kegiatan yang diduga mencemari lingkungan, kemudian membiarkannya tanpa mengambil langkah yang patut secara objektif, kondisi tersebut menurutnya perlu dilihat dari unsur kesengajaan dan keterlibatan masing-masing pihak.
Berita Terkait
-
Kekeringan di Tangsel Semakin Meluas hingga 30 Titik, 3.423 Jiwa Terdampak
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan