- MALIKA for Urban Studies menggelar diskusi terbuka mengenai ancaman perubahan fungsi serta pencemaran Sungai Cisadane di Tangsel pada Jumat, 6 November 2026.
- Pengamat Asnil Bambani menyatakan bahwa pencemaran limbah domestik dan industri di Cisadane berpotensi membahayakan kesehatan manusia melalui rantai makanan.
- Founder MALIKA Muhammad Ikbal mendesak audit tata ruang serta penindakan tegas terhadap pelanggaran lingkungan seperti tempat sampah ilegal dan pencemaran air.
SuaraBanten.id - Masyarakat Peduli Lingkungan dan Kota (MALIKA) for urban studies menggelar diskusi terbuka Sungai Cisadane: Antara Urat Nadi Kehidupan dan Saluran Buang Perkotaan di Keranggan, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat, 6 November 2026.
Diskusi terbuka itu digelar untuk menyoroti kondisi terkini Sungai Cisadane yang menghadapi ancaman perubahan fungsi sungai hingga intervensi pemerintah daerah yang dilintasi oleh Sungai Cisadane.
Ancaman perubahan fungsi sungai semakin mengkhawatirkan seiring meningkatnya pembangunan, aktivitas industri, dan pertumbuhan kawasan perkotaan di wilayah Tangerang Raya.
Pengelolaan sampah, perubahan fungsi lahan, hingga kebutuhan air industri dinilai dapat memperbesar risiko pencemaran apabila tidak diimbangi pengawasan lingkungan.
Pengamat manajemen lingkungan, Asnil Bambani mengatakan, Sungai Cisadane memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat di wilayah Jawa Barat bagian barat, termasuk Tangerang Raya. Karena itu, perlindungan sungai harus memperhatikan aspek ekologis, sosial, serta tata kelola kawasan di sepanjang alirannya.
"Dua sungai ini adalah inti peradaban di wilayah ini dan bisa dijadikan sentral dari kehidupan yang ada di Pulau Jawa bagian barat ini," kata Asnil dalam diskusi, Jumat 6 November 2026.
Ia menilai, meningkatnya kebutuhan masyarakat dan industri membuat ketersediaan air semakin penting. Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah pencemaran akibat pembuangan limbah yang tidak dikelola dengan baik. Ia mengingatkan, zat berbahaya seperti logam berat dapat mengendap di lingkungan, diserap organisme, kemudian masuk ke tubuh manusia melalui rantai makanan.
Ia mencontohkan pengalamannya saat melakukan peliputan di kawasan industri kertas di Karawang. Berdasarkan penelitian yang diketahuinya, limbah industri di kawasan tersebut diduga mengandung arsenik.
Zat tersebut dapat diserap tanaman, termasuk padi, kemudian berpindah ke hewan dan berpotensi masuk ke tubuh manusia.
Baca Juga: Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
"Ketika kita meracuni air, ya kita akan kembali mendapatkan petaka tersebut," katanya.
Ia juga menyinggung peristiwa keruntuhan bangunan penahan atau tanggul di kawasan Cisadane sekitar 2019 yang menyebabkan material sampah tumpah ke badan Sungai Cisadane.
Menurutnya, material tersebut perlu diuji untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan. "Kalau ada, dia akan diserap oleh alam di sekitarnya. Jika alam di sekitarnya kita konsumsi, maka dia akan menumpuk ke dalam diri kita," ujarnya.
Asnil turut memaparkan hasil penelitian bersama sejumlah rekannya di Sungai Citarum pada 2023. Penelitian mengenai manajemen lingkungan tersebut menemukan limbah domestik sebagai salah satu sumber pencemaran terbesar, disusul aktivitas industri, peternakan, dan pertanian.
Limbah rumah tangga yang dibuang melalui saluran permukiman dapat bermuara ke sungai. Sementara itu, kotoran ternak dan residu pupuk pertanian berpotensi mencemari perairan apabila tidak dikelola dengan baik. "Dari temuan saya yang di Citarum, yang paling banyak mencemari itu adalah limbah rumah tangga," tutur Asnil.
Ia menegaskan, kondisi Citarum tidak dapat langsung disamakan dengan Cisadane. Untuk mengetahui sumber dan tingkat pencemaran Cisadane, diperlukan penelitian khusus terhadap daerah aliran sungai (DAS), termasuk aktivitas industri, permukiman, peternakan, dan pertanian di sepanjang alirannya.
Berita Terkait
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan
-
Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya
-
Pemprov Banten Siapkan 600 Siswa Masuk Barak TNI, Pengamat Pendidikan Kritik Program
-
Kolaborasi Lintas Sektor: Pemkot Tangsel Gandeng Kampus dan Swasta Sukseskan Porprov Banten 2026
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan