- Empat guru MDA Al-Intidomiyah 1 di Lebak Banten mengabdi tulus mendidik 70 siswa dengan honor Rp150 ribu per bulan.
- Madrasah keluarga yang berdiri sejak 1967 tersebut sukses meluluskan ribuan siswa yang mampu membaca Al-Qur'an dan menulis Arab.
- Bupati Lebak mengalokasikan dana insentif tahunan sebesar Rp600.000 bagi 5.425 guru madrasah untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
SuaraBanten.id - Di tengah keterbatasan ekonomi, semangat para guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al-Intidomiyah 1 di Desa Tambakbaya, Kabupaten Lebak, Banten, tidak pernah surut untuk mencetak generasi muda berakhlak mulia.
Meski hanya menerima honor sebesar Rp150 ribu per bulan, mereka tetap mengabdi dengan ketulusan hati.
"Kami memang menerima gaji yang jauh dari kata layak, tetapi kami tetap bisa hidup bahagia bersama keluarga," ujar Anita, salah seorang guru MDA Al-Intidomiyah 1, Jumat.
Pendapatan upah menjadi tenaga pendidik di MDA Alintidomiyah1 tergantung kemampuan dari sumbangan partisipasi masyarakat sebesar Rp10 ribu per bulan.
Saat ini, jumlah peserta didik di madrasahnya itu sebanyak 70 orang terdiri dari kelas I sampai IV.
Sumber pendapatan dari partisipasi masyarakat total Rp700 ribu per bulan dan dibagi empat guru, sehingga masing-masing menerima upah Rp150 ribu per orang dan sisanya Rp100 ribu untuk beli kapur bor.
"Kami bersyukur menerima gaji tak layak, namun anak pertama kuliah di Untirta Serang. Allah maha pemberi rejeki dan keluarganya bahagia dan sejahtera," kata Anita.
Menurut dia, kegiatan belajar mengajar di madrasah itu dari Senin sampai Sabtu dan pembelajaran di kelas pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, karena semua siswa madrasah itu dari Sekolah Dasar (SD) setempat kelas II sampai VI.
Pemerintah daerah mewajibkan anak SD dapat menerima pendidikan MDA setelah pulang sekolah.
Baca Juga: Bendungan Karian Menyusut, Pasokan Air Irigasi di Banten Dipastikan Aman
Kurikulum pembelajaran itu dari Kementerian Agama, seperti bahasa Arab, Al-Qur'an, Hadist, sejarah Islam, akhlak, akidah, tafsir dan tauhid.
"Lulusan siswa di sini sekitar 100 persen mampu membaca Alquran dan menulis bahasa Arab," katanya menjelaskan.
Begitu pula guru MDA Alintidomiyah1 lainya, Fatmah mengaku dirinya sudah puluhan tahun mengajar di madrasah dengan gaji tidak layak, namun semangat untuk mencetak anak anak yang memiliki ilmu agama Islam.
"Kami mengajar ikhlas dan rejekinya dijamin oleh Allah," kata Fatmah yang kini menyelesaikan kuliah keguruan di Universitas Terbuka Serang.
Fatmah dan Anita mengatakan pendidikan madrasah yang dikelola keluarga itu berdiri sejak 1967 hingga kini bertahan untuk mencetak generasi yang berilmu agama Islam sehingga memiliki akhlak mulia.
Alumninya, kata dia, ribuan orang dan mereka di antaranya ada yang menjadi guru, ulama, pengusaha dan petani.
Berita Terkait
-
Bendungan Karian Menyusut, Pasokan Air Irigasi di Banten Dipastikan Aman
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan
-
Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan
-
Kakorlantas dan Astamaops Polri Cek 3 Pelabuhan di Cilegon, Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru
-
Kabur Saat Didatangi Petugas, Sepasang Sejoli Nabrak Polisi di Tol Rangkasbitung Ditangkap
-
Pesta Nelayan Cituis Jadi Ruang Merawat Tradisi dan Kebersamaan Warga Pesisir Tangerang