Andi Ahmad S
Rabu, 04 November 2026 | 12:31 WIB
Foto udara permukiman yang kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten, Jumat (24/7/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/YU]
Baca 10 detik
  • Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana menyatakan penyusutan air Bendungan Karian di Lebak Banten aman untuk irigasi.
  • Pelepasan air dilakukan pada Selasa 3 November 2026 guna mendukung petani menghadapi musim tanam pertama November ini.
  • Pengurangan volume tampungan hingga 60 persen berfungsi mengantisipasi musim hujan dan mencegah risiko banjir di wilayah sekitar.

SuaraBanten.id - Penyusutan volume air di Bendungan Karian, Kabupaten Lebak, Banten, tidak mengganggu pasokan air untuk kebutuhan irigasi persawahan di sejumlah wilayah.

Kondisi bendungan dipastikan masih relatif aman untuk mendukung kebutuhan petani menjelang musim tanam pertama (MT I) pada November 2026.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3), Dedi Yudha Lesmana, mengatakan penurunan muka air bendungan disebabkan berkurangnya debit air yang masuk dari wilayah hulu selama musim kemarau.

Di sisi lain, air bendungan juga tetap dilepas untuk memenuhi kebutuhan irigasi, khususnya bagi petani yang tengah mempersiapkan lahan menjelang musim tanam.

"Waduk tetap beroperasi sebagaimana salah satu fungsinya untuk mendukung daerah irigasi Ciujung menjelang musim tanam I di awal November ini," kata Dedi, Selasa (3/11/2026).

Dedi menjelaskan, air dari Bendungan Karian dialirkan menuju Bendungan Pamarayan dan daerah irigasi Ciujung melalui Sungai Ciberang yang kemudian bermuara ke Sungai Ciujung.

Menurutnya, pelepasan air dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan irigasi sekaligus menjaga kapasitas tampungan bendungan untuk menghadapi musim hujan.

"Kebutuhan untuk irigasi masih relatif aman dengan kita mengosongkan sedikit tampungan sampai di kondisi 60 persen dalam rangka persiapan menghadapi musim hujan dengan menampung hujan agar tidak banjir," ujarnya.

Meski mengalami penyusutan, kondisi Bendungan Karian dipastikan masih berstatus normal. Saat ini, elevasi muka air bendungan berada di posisi +62,6 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga: Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

"Berdasarkan rencana tahunan operasi waduk 2025/2026, elevasi muka air bendungan masih berada dalam batas operasi normal atas (BON A)," ungkapnya.

Dedi menambahkan, pengurangan volume tampungan merupakan bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai berlangsung pada November 2026.

Dengan menyediakan ruang tampungan lebih besar, bendungan diharapkan mampu menampung limpasan air hujan sehingga dapat membantu mengurangi risiko banjir.

"Penyusutan muka air bendungan terus dipantau oleh Unit Pengelola Bendungan untuk memastikan pengoperasiannya tetap sesuai dengan ketentuan," tuturnya.

Sementara itu, menyusutnya air Bendungan Karian turut membuat sejumlah bekas permukiman penduduk yang sebelumnya tenggelam kembali terlihat. Salah satunya adalah Kampung Somang, Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More