- Pertamina Hulu Energi OSES meluncurkan Program Kenanga awal Oktober lalu di Kantor Desa Pulo Panjang.
- Program tersebut menyalurkan bantuan sarana produksi kepada puluhan pelaku usaha mikro guna meningkatkan efisiensi kerja.
- Penerima bantuan juga mendapatkan pelatihan penguatan kapasitas *branding* serta perluasan akses pemasaran produk usaha.
SuaraBanten.id - Puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pulo Panjang, Kabupaten Serang, Banten menerima bantuan peningkatan dan pemasaran produk. Bantuan tersebut disalurkan salah satunya disalurkan untuk warung milik Istiaroh (33).
Warung miliknya menyajikan kudapan ringan yang dibuatnya sendiri, mulai dari sosis bakar, bakso bakar, hingga beragam jajanan lainnya. Dari warung kecilnya, Istiaroh menjalankan usaha untuk menopang perekonomian keluarga.
Layaknya pelaku usaha mikro lainnya, ia memiliki semangat untuk berkembang, meski masih dihadapkan pada keterbatasan sarana produksi. Karenanya, Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) menghadirkan Program Kenanga (Kenaikan Pendapatan Warga) sebagai upaya mendukung UMKM dalam mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Program tersebut diluncurkan awal Oktober lalu di Kantor Desa Pulo Panjang, yang dihadiri oleh Kepala Desa Pulo Panjang Ratu Bulqis, perwakilan PHE OSES, serta 54 pelaku usaha mikro yang menjadi peserta program.
Program itu dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha pada berbagai tahap perkembangannya. Pelaksanaan program mencakup pemberian bantuan sarana produksi kepada 50 pelaku usaha mikro dan penguatan kapasitas branding.
Selain itu juga diberikan dukungan pemasaran bagi pelaku usaha yang telah menerima bantuan sejenis pada periode sebelumnya. Dukungan ini tidak hanya diarahkan membantu kelancaran proses produksi, tetapi juga memperkuat kemampuan UMKM mengembangkan dan memasarkan produknya.
Pada kegiatan pertama, bantuan sarana produksi disalurkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha. Kompor, panci, ice box, blender, pemanggang, hingga berbagai peralatan pendukung lainnya diberikan untuk membantu mengatasi keterbatasan sarana produksi.
Dukungan ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha bekerja lebih efisien, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka peluang bagi perkembangan usaha secara bertahap.
Manfaat bantuan dapat dilihat dari keseharian Istiaroh dalam menjalankan usahanya. Sebelumnya, ia harus menggunakan satu tungku kompor secara bergantian untuk membuat adonan bakso dan memanggang dagangannya.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan
Kini, setelah mendapat bantuan kompor gas dua tungku dan pemanggang yang lebih memadai, Istiaroh dapat menyiapkan produk dagangannya dengan lebih cepat, untuk memenuhi permintaan dari pelanggan-pelanggan kecilnya.
Head Communications, Relations & CID PHE OSES, Danya Dewanti mengatakan, bersama 49 pelaku usaha mikro penerima bantuan lainnya, Istiaroh memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki.
"Perubahan ini menunjukkan bahwa kemajuan usaha tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat tumbuh melalui dukungan yang tepat sasaran," katanya melalui rilis yang diberikan, Senin 2 November 2026.
Selain memperkuat sarana produksi, Program Kenanga juga mendorong pelaku usaha mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam menghadapi peluang pasar.
Menurutnya, pengembangan usaha mikro memerlukan dukungan menyeluruh, mulai dari ketersediaan peralatan hingga kemampuan membangun identitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
“Melalui Program Kenanga, PHE OSES ingin memberikan dukungan yang lebih menyeluruh kepada pelaku usaha mikro. Bantuan sarana produksi menjadi langkah awal untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha," jelasnya.
Berita Terkait
-
Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan
-
Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi
-
Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan
-
Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi
-
Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M