Andi Ahmad S
Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:59 WIB
Foto udara sisa puing-puing bangunan rumah yang kembali muncul di kawasan Bendungan Karian yang mengering di Kampung Somang, Lebak, Banten, Jumat (24/7/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/YU]
Baca 10 detik
  • Puing Kampung Somang di Lebak muncul kembali akibat penyusutan air Bendungan Karian pada Oktober 2026.
  • Kepala UPB Karian Vita Ariesra menyatakan penurunan muka air tersebut masih dalam batas kondisi normal.
  • Kawasan bekas permukiman itu diprediksi akan kembali terendam saat musim hujan mulai awal November 2026.

SuaraBanten.id - Kampung Somang di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, kembali terlihat setelah sebelumnya tenggelam akibat pembangunan Bendungan Karian. Menyusutnya debit air bendungan pada Oktober 2026 membuat puing-puing rumah warga hingga bangunan Masjid Al Mujahidin dengan kubah biru kembali muncul ke permukaan.

Kemunculan kembali kampung tersebut diduga berkaitan dengan musim kemarau yang menyebabkan pasokan air dari hulu ke Bendungan Karian berkurang.

Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Karian, Vita Ariesra Fitriana, membenarkan fenomena tersebut. Menurutnya, posisi Kampung Somang yang berada di kawasan hulu membuat perubahan permukaan air bendungan terlihat lebih jelas dibandingkan wilayah lainnya.

"Kampung Somang berada di daerah hulu, di elevasi antara sekitar 62 sampai 75 mdpl (meter di atas permukaan laut), sehingga penurunannya akan terlihat jelas dibandingkan dengan daerah lain," kata Vita dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).

Meski kembali terlihat, Vita menegaskan bahwa kondisi tersebut masih tergolong normal. Saat ini, permukaan air Bendungan Karian masih berada dalam rentang operasional yang memungkinkan terjadinya perubahan kondisi seiring dinamika pasokan air.

Menurutnya, penurunan muka air juga berkaitan dengan upaya menyiapkan kapasitas tampung bendungan untuk menghadapi potensi banjir saat musim hujan tiba.

Vita menjelaskan, kondisi Bendungan Karian akan kembali seperti semula ketika pasokan air dari hulu meningkat, terutama saat memasuki musim penghujan yang diperkirakan mulai terjadi pada awal November 2026.

"Jika nanti cenderung sudah hujan, turun lagi ke ROTW normal di sekitar 60 mdpl. Lokasi Kampung Somang itu berada di elevasi terendah pada daerah tersebut," tandasnya.

Bendungan Karian merupakan proyek strategis nasional yang dibangun untuk mendukung penyediaan air baku, terutama bagi wilayah Jakarta, Banten, dan sekitarnya.

Baca Juga: Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Kampung Somang termasuk kawasan yang terdampak penggenangan untuk pembangunan bendungan tersebut. Sejak Januari 2024, kawasan permukiman yang sebelumnya dihuni warga itu telah tenggelam seiring pengisian waduk.

Kini, menyusutnya permukaan air membuat sejumlah sisa bangunan kembali terlihat. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Masjid Al Mujahidin yang memiliki kubah biru dan disebut-sebut telah berdiri sejak era kolonial Belanda.

Kemunculan kembali Kampung Somang menjadi gambaran nyata perubahan kondisi permukaan air Bendungan Karian selama musim kemarau. Namun, berdasarkan penjelasan pengelola, kawasan tersebut diperkirakan kembali terendam ketika pasokan air meningkat pada musim penghujan.

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More