- Sebanyak 30 titik kekeringan di enam kelurahan Kota Tangsel berdampak pada 3.423 jiwa hingga 17 September 2026.
- BPBD Kota Tangsel bersama instansi terkait telah mendistribusikan total 1.269.550 liter air bersih ke lokasi terdampak.
- Masyarakat diimbau menggunakan bantuan air bersih secara bijak khusus untuk memenuhi kebutuhan primer sehari-hari.
SuaraBanten.id - Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terasa semakin parah. Jumlah titik terdampak semakin bertambah. Hingga 17 September 2026, tercatat ada 30 titik terdampak kekeringan.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Essa Nugraha mengatakan, 30 titik kekeringan itu tersebar di 6 kelurahan Kecamatan Setu dan Serpong.
“Saat ini tercatat ada 844 kepala keluarga terdampak atau 3.423 jiwa terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini,” kata Essa, Senin, 21 September 2026.
Enam kelurahan yang terdampak kekeringan itu di antaranya Kelurahan Keranggan, Kelurahan Kademangan, Kelurahan Muncul, Kelurahan Serpong, Kelurahan Bakti Jaya, dan Kelurahan Bakti Jaya.
“Jumlah titik kekeringan paling parah dan terbanyak di Kelurahan Keranggan ada 16 titik, Kelurahan Kademangan 7 titik, Keluarahan Muncul 2 titik, Kelurahan Serpong 1 titik, Kelurahan Bakti Jaya 1 titik dan Kelurahan Babakan 2 titik,” papar Essa.
Essa menerangkan, upaya intervensi penanganan kekeringan itu dengan pendistribusian bantaun air bersih baik oleh BPBD serta dari dinas lain dan Perseroda PITS.
Total distribusi air bersih yang dibagikan kepada masyarakat terdampak kekeringan sejak 8 Juli-17 September 2026 mencapai 1.269.550 liter.
“Air bersih kami distribusikan melalui tanki-tanki penampung yang sudah disiapkan di setiap titik kekeringan,” ungkapnya.
Dia meminta masyarakat, khususnya yang terdampak kekeringan dapat memprioritaskan penggunaan air bersih yang diberikan untuk kebutuhan primer.
Baca Juga: Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
“Tentu kita sama-sama berharap agar musim kemarau ini segera berakhir sehingga sumur-sumur masyarakat kembali terisi air untuk memenuhi kebutuhan hariannya,” harap Essa.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane
-
10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda
-
PAN Cilegon Bidik Kursi Ketua DPRD dan Wali Kota, Yandri Susanto Dorong Dede Rohana Maju 2029
-
World Cleanup Day 2026, JHL Group Gandeng Banksasuci Bersihkan Sampah di Sungai Cisadane
-
BRI Perkuat Ekosistem Perumahan Jakarta, Dukung Program 3 Juta Rumah