Andi Ahmad S
Senin, 21 September 2026 | 14:40 WIB
Foto udara persawahan yang kering terdampak musim kemarau di Desa Wening Galih, Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 30 titik kekeringan di enam kelurahan Kota Tangsel berdampak pada 3.423 jiwa hingga 17 September 2026.
  • BPBD Kota Tangsel bersama instansi terkait telah mendistribusikan total 1.269.550 liter air bersih ke lokasi terdampak.
  • Masyarakat diimbau menggunakan bantuan air bersih secara bijak khusus untuk memenuhi kebutuhan primer sehari-hari.

SuaraBanten.id - Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terasa semakin parah. Jumlah titik terdampak semakin bertambah. Hingga 17 September 2026, tercatat ada 30 titik terdampak kekeringan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Essa Nugraha mengatakan, 30 titik kekeringan itu tersebar di 6 kelurahan Kecamatan Setu dan Serpong.

“Saat ini tercatat ada 844 kepala keluarga terdampak atau 3.423 jiwa terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini,” kata Essa, Senin, 21 September 2026.

Enam kelurahan yang terdampak kekeringan itu di antaranya Kelurahan Keranggan, Kelurahan Kademangan, Kelurahan Muncul, Kelurahan Serpong, Kelurahan Bakti Jaya, dan Kelurahan Bakti Jaya.

“Jumlah titik kekeringan paling parah dan terbanyak di Kelurahan Keranggan ada 16 titik, Kelurahan Kademangan 7 titik, Keluarahan Muncul 2 titik, Kelurahan Serpong 1 titik, Kelurahan Bakti Jaya 1 titik dan Kelurahan Babakan 2 titik,” papar Essa.

Essa menerangkan, upaya intervensi penanganan kekeringan itu dengan pendistribusian bantaun air bersih baik oleh BPBD serta dari dinas lain dan Perseroda PITS.

Total distribusi air bersih yang dibagikan kepada masyarakat terdampak kekeringan sejak 8 Juli-17 September 2026 mencapai 1.269.550 liter.

“Air bersih kami distribusikan melalui tanki-tanki penampung yang sudah disiapkan di setiap titik kekeringan,” ungkapnya.

Dia meminta masyarakat, khususnya yang terdampak kekeringan dapat memprioritaskan penggunaan air bersih yang diberikan untuk kebutuhan primer.

Baca Juga: Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

“Tentu kita sama-sama berharap agar musim kemarau ini segera berakhir sehingga sumur-sumur masyarakat kembali terisi air untuk memenuhi kebutuhan hariannya,” harap Essa.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Load More