Budi Arista Romadhoni
Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:47 WIB
IT support untuk perusahaan. [Canva @D3damon edited by Canva]
Baca 10 detik
  • Berdasarkan IBM Cost of a Data Breach Report, rata-rata kerugian akibat kebocoran data mencapai USD 4,99 juta akibat kelalaian pemeliharaan sistem.
  • Kurangnya pembaruan perangkat lunak, cadangan data yang buruk, dan jaringan berantakan memicu risiko peretasan serta penghentian aktivitas bisnis perusahaan.
  • Pemanfaatan layanan IT support dari Edavos membantu menjaga perangkat dan jaringan tetap stabil tanpa beban rekrutmen staf teknis internal.

SuaraBanten.id - Kebutuhan IT support untuk perusahaan sering baru disadari saat server mendadak mati dan menghentikan seluruh aktivitas bisnis Anda.

Bayangkan kerugian puluhan juta rupiah melayang hanya karena satu perangkat jaringan gagal berfungsi tanpa ada penanganan teknis.

Hingga saat ini, masih banyak pemilik usaha yang menganggap pengelolaan sistem komputer sebagai urusan belakang yang cukup ditangani seadanya. Padahal, celah keamanan sekecil apa pun bisa membocorkan file rahasia klien dalam hitungan detik.

8 Alasan Pentingnya Jasa IT Support

Berdasarkan data IBM Cost of a Data Breach Report, rata-rata kerugian akibat kebocoran data mencapai angka USD 4,99 juta akibat kelalaian pemeliharaan sistem.

Oleh karena itu, pahami beberapa alasan lain yang bisa Anda pertimbangkan sebelum merekrut jasa IT terdekat dan tepercaya:

1. Software Tanpa Pembaruan Rutin

Sistem operasi dan aplikasi bisnis yang kedaluwarsa menyimpan celah keamanan berbahaya. Produsen software merilis patching secara berkala guna menambal celah yang peretas temukan. Ketika Anda menunda pembaruan ini, peretas dapat menyusup dengan mudah memakai skrip otomatis.
Oleh karena itu, tanpa keamanan data bisnis yang terbarukan, malware jenis ransomware bisa mengunci seluruh database usaha Anda kapan saja dan meminta tebusan besar.

2. Backup

Baca Juga: Nekat Banget! 990 Besi di Atas Trailer Digondol Pakai Mobil Crane

Banyak bisnis merasa aman hanya karena menyimpan file transaksi pada satu hard disk eksternal atau Google Drive gratisan. Masalah timbul saat perangkat fisik tersebut rusak, hilang, atau akun terinfeksi virus. Tanpa prosedur backup otomatis, pemulihan data mustahil dilakukan.

3. Jaringan Berantakan

Penataan kabel LAN yang semrawut di ruang server serta konfigurasi router Wi-Fi yang asal-asalan menciptakan titik kemacetan data (bottleneck). Kondisi ini merusak efisiensi operasional harian para staf karena koneksi sering putus-nyambung. Kondisi ini rentan disadap oleh pihak luar.

4. Staf Non-IT

Meminta staf keuangan, admin, atau pemasaran memperbaiki printer mati dan server down merupakan pemborosan fokus kerja. Selain hasil perbaikan tidak sesuai standar teknis, tindakan coba-coba tersebut justru berisiko merusak komponen fisik maupun sistem operasional secara menyeluruh.

5. Hak Akses Data Terlalu Longgar

Load More