- Polda Banten mengonfirmasi jenazah di perairan Lampung bernama Rangga Adriana dan tidak terkait KM Arupadatu 1.
- Tim DVI Polri mengidentifikasi jenazah di Pulau Enggano sebagai Sukarman, kru kapal KM Arupadatu 1.
- Kapal KM Arupadatu 1 membawa delapan orang yang hilang kontak di Selat Sunda saat meliput erupsi.
SuaraBanten.id - Polda Banten mengonfirmasi bahwa temuan jenazah di perairan Pekon Balam, Pesisir Barat, Lampung, tidak berhubungan dengan insiden hilangnya kapal rombongan wartawan (KM Arupadatu 1) di Selat Sunda pada Minggu (7/9).
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, menjelaskan bahwa proses identifikasi oleh tim medis dan kepolisian telah memastikan identitas asli dari korban tersebut.
"Kami memastikan bahwa penemuan mayat di perairan Pekon Balam, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I," ungkap Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, Senin (28/9/2026).
Ia menjelaskan dari temuan jenazah di Kawasan Pesisir Barat, Lampung, saat ini identitasnya telah terverifikasi melalui serangkaian pemeriksaan medis dan identifikasi yang dilakukan oleh tim kepolisian setempat.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan visum, jenazah tersebut diketahui bernama Rangga Adriana bin Udin Safrudin (17), seorang remaja laki-laki yang merupakan warga Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat," jelasnya.
Menurut dia, awal mula penemuan jenazah tersebut diketahui oleh seorang warga bernama Binani (61). Saat itu, ia hendak melaut untuk mencari ikan pada Jumat (25/9) sekitar pukul 05.25 WIB.
"Saksi melihat sesosok mayat mengambang yang kemudian terbawa arus dan ombak hingga ke sekitar pesisir pantai Pekon Balam," ucapnya.
Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan penjemputan dan membawa jenazah ke Puskesmas Pugung Tampak untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak keluarga korban pun telah membuat surat penolakan autopsi dan langsung membawa jenazah tersebut untuk dimakamkan secara layak.
Baca Juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Polda Banten mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan setiap penemuan jenazah di wilayah perairan dengan peristiwa hilangnya KM Arupadatu I sebelum ada hasil pemeriksaan dan verifikasi resmi dari pihak berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Setiap informasi terkait KM Arupadatu I tentu akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi. Masyarakat kami harapkan mengutamakan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan," kata dia.
Sebelumnya, pihak kepolisian mengungkapkan hasil pencocokan DNA antara sampel antemortem terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, identik dengan identitas Surakman atau Sukarman (60), salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak.
Kepastian identitas tersebut diperoleh setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA secara mendalam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman, ABK kapal yang merupakan ayah biologis dari Yayat (anak).
Untuk tahapan identifikasi temuan jenazah ini bermula dari operasi SAR terhadap delapan orang yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadatu I yang hilang kontak setelah bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita, Kabupaten Pandeglang, pukul 14.00 WIB, untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Berita Terkait
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano
-
Pengakuan Yayat Yakin Mayat Tanpa Identitas di Pulau Enggano Adalah Ayahnya Usai Lihat Benda Ini
-
Teridentifikasi via DNA, Jenazah ABK KM Arupadhatu 1 Diterbangkan dari Bengkulu Besok
-
Identitas ABK Terungkap Lewat Uji DNA, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Pencarian 5 Jurnalis
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 6 Sepatu Slip On Tanpa Tali Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Harga Mulai Rp120 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD
-
Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas