Andi Ahmad S
Rabu, 23 September 2026 | 15:10 WIB
Lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak di perairan dekat Gunung Anak Krakatau. (Suara.com/Syahda)
Baca 10 detik
  • Kapolda Banten mengonfirmasi hasil uji DNA bahwa jasad di perairan Bengkulu adalah Surakman, ABK speedboat Arupadhatu I.
  • Speedboat yang membawa rombongan lima jurnalis dan tiga kru tersebut hilang kontak di Selat Sunda sejak September 2026.
  • PFI mendesak Basarnas dan tim SAR gabungan untuk membuka kembali operasi pencarian korban yang masih hilang.

SuaraBanten.id - Kepastian yang dinanti keluarga besar Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan para korban hilang di Selat Sunda mulai terkuak.

Hasil uji DNA terhadap jasad pria yang ditemukan terombang-ambing di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, resmi diumumkan.

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, memastikan bahwa jasad tersebut adalah Surakman (60), sosok ABK yang mengemudikan speedboat Arupadhatu I.

Kapal yang membawa rombongan lima jurnalis foto dan tiga awak kapal itu sebelumnya dinyatakan hilang kontak sejak 7 September 2026 di tengah misi peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Surakman. Di sisi lain, penemuan jasad tersebut dinilai menjadi titik terang baru yang krusial setelah operasi pencarian gabungan resmi dihentikan Basarnas pada hari ke-10, 17 September 2026.

"Penemuan jasad salah satu kru kapal ini merupakan bukti autentik pertama sejak hilangnya rombongan. Ini mematahkan segala spekulasi dan menjadi petunjuk arah baru mengenai keberadaan kapal serta para penyintas (survivor) lainnya," ujar Dwi Pambudo dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Atas temuan tersebut, PFI secara resmi meminta dan mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim SAR gabungan TNI/Polri untuk segera membuka kembali operasi SAR gabungan.

PFI meminta penyisiran intensif kembali dilakukan, terutama di sekitar lokasi ditemukannya jasad serta jalur perairan dari arah Selat Sunda menuju Pulau Enggano.

PFI Pusat juga mengingatkan komitmen otoritas SAR saat penutupan operasi pada pekan lalu. Saat itu, disampaikan bahwa operasi pencarian akan dibuka kembali apabila ditemukan petunjuk atau tanda baru terkait keberadaan para korban.

Baca Juga: Jejak Terakhir KM Arupadatu I, DNA Terdampar di Enggano Teridentifikasi sebagai Sukarman

"Harapan kami dan pihak keluarga sama sekali belum padam. Kami meminta negara hadir secara maksimal untuk melacak keberadaan lima rekan jurnalis kami dan dua kru kapal lainnya yang masih berstatus hilang. Waktu sangat berharga, dan setiap detiknya berarti bagi keselamatan mereka," tegas Dwi.

Hingga kini, PFI Pusat bersama seluruh pengurus daerah terus melakukan pendampingan terhadap keluarga lima jurnalis foto yang masih hilang.

Kelima jurnalis tersebut yakni Yudistiro Pranoto (iNews), Donal Husni (jurnalis lepas), Arie Basuki (Merdeka.com), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Muhammad Bagus Khoirunas (LKBN Antara).

PFI menyatakan akan terus mengawal proses pencarian dan pendampingan terhadap keluarga hingga seluruh rangkaian pencarian mendapatkan kejelasan.

Load More