- Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan hasil tes DNA tahun 2023 di Jakarta menunjukkan Presiden Prabowo Subianto memiliki keturunan India.
- Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyatakan terbuka terhadap kritik yang bersifat membangun.
- Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa resmi dilantik di Hotel Borobudur untuk memperkuat sinergi pembangunan nasional.
SuaraBanten.id - Utusan Presiden Bidang Energi dan Iklim sekaligus Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Hashim Djojohadikusumo mengungkap hal mengejutkan soal Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Hal tersebut diungkapkan Hashim Djojohadikusumo saat menghadiri pelantikan pengurus pusat dan pengurus daerah INTI di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.
Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, keberagaman merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. Ia mengisahkan hasil tes DNA yang pernah dijalaninya bersama Presiden Prabowo Subianto pada 2023.
"Persisnya 2023 Pak Prabowo kita sama saya dia kirim apa sebagai rambutnya dan apa dari lidahnya untuk tes DNA genetika dan ada hasil yang mengejutkan. Kejutannya bukan itu, kejutannya adalah kami ada genetika India. Prabowo dan saya keturunan India," kata Hashim di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Kata Hashim, temuan itu menegaskan masyarakat Indonesia berasal dari latar belakang yang sangat beragam, namun tetap dipersatukan dalam identitas sebagai bangsa Indonesia.
"Bangsa Indonesia majemuk. Kita yang tinggal, dibesarkan, dan kita merasakan orang Indonesia, kita keturunan India, keturunan Eropa, keturunan Tionghoa, keturunan apa, kita adalah bangsa Indonesia dan kita bersatu. Tujuan bersatu kita hidup rukun agar bangsa kita sejahtera, semakin maju," paparnya.
Menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat. Namun, mewanti-wanti agar kritik disampaikan konstruktif dan tidak mengarah pada tindakan melanggar hukum.
"Pemerintah Prabowo dan Gibran itu sangat terbuka. Kalau ada kritik silahkan, enggak ada masalah. Kritik itu selalu baik kalau membangun, tapi kritik jangan menjadi kekerasan, jangan jadi makar," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hashim juga menceritakan soal adanya kekhawatiran sejumlah investor luar negeri mengenai iklim investasi di Indonesia. Persepsi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan keraguan terhadap komitmen pemerintah dalam mendukung dunia usaha.
Baca Juga: Organisasi Indonesia Tionghoa Ikut Tingkatkan SDM, Gandeng Lemhanas Siapkan Beasiswa Hingga S3
"Saya mendengar beberapa waktu ini dari kawan-kawan saya dari Tiongkok, Hongkong, juga kawan-kawan saya orang Jawa di Amerika yang punya investasi di Indonesia, seolah-olah ada kecemasan pemerintah Prabowo dan Gibran tidak bersahabat atau tidak pro pengusaha," kata Hashim.
Sementara itu, Ketua Umum INTI Indra Wahidin mengungkapkan kepengurusan baru diharapkan mampu menjaga semangat kebangsaan sekaligus memperluas kontribusi organisasi di berbagai sektor strategis.
Menurutnya, INTI harus terus menjadi rumah besar bagi seluruh anak bangsa yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Indra menegaskan pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan awal pengabdian yang lebih besar kepada masyarakat. Tema Bersatu dalam Semangat Merah Putih, Berkarya untuk Negeri bukan hanya slogan organisasi.
"Komitmen seluruh pengurus untuk bekerja nyata, memperkuat persatuan nasional, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Indonesia, sesuai dengan tagline kepengurusan kali ini Inklusif, Nasionalis, Toleransi, dan Independen," papar Indra Wahidin.
Sebelum pelantikan, INTI juga menggelar kolaborasi nasional bersama Kementerian Hukum melalui program "Pasti Ada Solusi". Diikuti sekitar 100 pengurus INTI yang mayoriitas pelaku usaha dari berbagai sektor untuk berdialog mengenai penyelesaian persoalan hukum, kewarganegaraan, dan berbagai dinamika birokrasi.
Berita Terkait
-
Organisasi Indonesia Tionghoa Ikut Tingkatkan SDM, Gandeng Lemhanas Siapkan Beasiswa Hingga S3
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Lawan Hoaks! Siswa MA Al-IAnah Cilegon Diminta Jadi Garda Terdepan di Media Sosial
-
Investor Jepang Lirik Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo: Investasi Aman dan Kondusif
-
Ratusan Sekolah di Cilegon Rusak, Robinsar-Fajar Target Perbaikan Rampung Dalam 4 Tahun
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Pelajar Tertabrak Commuter Line, Perjalanan KA Lintas Rangkasbitung Sempat Terganggu
-
Eks Dirut BJB Kirim Surat Sakit, KPK Janji Jadwal Ulang Upaya Paksa Penahanan
-
Hashim Djojohadikusumo Ungkap Hal Mengejutkan Soal Prabowo di Pelantikan INTI
-
Nekat Banget! 990 Besi di Atas Trailer Digondol Pakai Mobil Crane
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten