Hairul Alwan
Rabu, 18 Maret 2026 | 11:16 WIB
Wali Kota Cilegon Robinsar (kiri), Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo (tengah) memaparkan soal rencana perbaikan infrastruktur sekolah di Kota Cilegon, Selasa 17 Maret 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Pemkot Cilegon mengklasifikasikan ratusan sekolah rusak menjadi tiga kategori fokus perbaikan diprioritaskan pada kondisi rusak berat.
  • Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon menganggarkan dana sekitar Rp18 miliar khusus untuk perbaikan infrastruktur sekolah.
  • Pemerintah kota menargetkan penyelesaian perbaikan seluruh infrastruktur sekolah yang rusak dalam kurun waktu empat tahun kepemimpinan.

SuaraBanten.id - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon, Robinsar - Fajar Hadi Prabowo (Robinsar-Fajar) menyebut perbaikan infrastruktur sekolah menjadi salah satu program yang menjadi konsen mereka.

Pemkot Cilegon bahkan telah menginfentarisir dan mengklasifikasikan sekolah dalam tiga kategori yakni, rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo menyebut terdapat ratusan sekolah di Cilegon yang mengalami rusak berat, sedang hingga ringan dari 242 sekolah mulai dari TK, SD, dan SMP.

"Itu kita bagi tiga kategori mulai dari rusak parah, sedang, sama yang paling ringan. Karena jangan sampai yang perbaikannya tidak perlu atensi malah diperbaiki duluan," katanya di hadapan awak media saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon.

Fajar juga menyebut Pemkot Cilegon bekerjasama dengan Untirta untuk menganalisa kondisi sekolah. Berdasarkan catatan tersebut, diketahui sekira 200 sekolah rusak ringan, 49 rusak sedang dan 20-an sekolah rusak parah.

"Untuk yang rusak parah itu yang harus jadi prioritas, PR kita yang sedang ini enggak jadi rusak berat, nggak jadi prioritas. Maka kami minta juga guru-guru, pengawas sekolah juga lebih aktif," ungkapnya.

"Jangan sampai ada 5 kelas tapi satu kelas jendelanya tidak layak tapi terllalu menunggu birokrasi, perintah, dan atensi pimpinan baru diperbaiki, seperti itu yang kita tidak mau," imbuh politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Dalam kesempatan itu, Fajar juga meminta awak media aktif melaporkan kepadanya jika menemukan infrastruktur sekolah yang tidak layak. Namun, ia meminta lporan tersebut mesti sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

"Ini kami sebut pentahelix dengan media, karena sejauh mana sih (kita tahu) mata kami cuma dua, dengan peran para media saya yakin akan lebih cepat," pungkasnya.

Baca Juga: Pemudik Asal Cilegon Kecelakaan di Tol Solo-Ngawi, Satu Orang Tewas

Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar memastikan perbaikan infrastruktur sekolah menjadi atensi Pemkot Cilegon. Pihaknya optimis akan fokus pada peningkatan SDM yang salah satunya ditunjang dengan sarana dan prasarana yang mendukung.

"Bagaimana anak kita bisa belajar dengan baik kalau tiba-tiba bocor, itu target kami dan akan kami selesaikan. Kami juga tunggu masukan, informasi dan laporan dari awak media. Kalau ada laporan masyarakat segera laporkan, itu membantu kami," ungkap Robinsar.

Untuk menunjang perbaikan infrastruktur sekolah di Kota Cilegon, Orang nomor satu di Kota Cilegon ini juga menyebut telah menganggarkan dana sekira Rp18 miliar.

"Biasanya untuk perbaikan infrastruktur Rp7-8 miliar. Anggaran untuk Dikdas itu Rp60,5 miliar, Rp40 miliar untuk gaji pegawai, Rp20,5 untuk infrastruktur dan lain-lain," jelasnya.

Robinsar mengungkapkan, dari anggaran Rp20,5 miliar awalnya anggaran pembangunan hanya sekira Rp8 miliar dan Rp12,5 miliar untuk agenda seremonial dan kegiatan lainnya.

"Karena ada efisiensi dan pemilihan program yang langsung menyentuh pembangunan kita puter. Jadi Rp18 miliar untuk infrastruktur dan Rp2 miliar untuk seremonial," paparnya.

Load More