- Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo menyambut kedatangan rombongan investor asal Jepang untuk meninjau potensi kawasan industri strategis di kota tersebut.
- Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen menjamin stabilitas, kepastian hukum, dan keamanan guna mendukung iklim investasi jangka panjang bagi pelaku usaha.
- Investor Jepang akan mengkaji hasil peninjauan fasilitas kawasan industri Cilegon sebagai bahan pertimbangan peluang kerja sama investasi di masa depan.
SuaraBanten.id - Investor Jepang tampaknya mulai melirik investasi ke kota paling barat Pulau Jawa, hal tersebut terbukti dengan datangnya beberapa investor yang disambut oleh Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Cilegon memperkenalkan potensi kawasan industri strategis di Kota Cilegon kepada para investor. Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat hubungan investasi internasional.
Fajar Hadi Prabowo mengajak langsung para calon investor meninjau langsung kawasan industri seluas ±2.845 hektare. Peninjauan itu untuk memberikan gambaran nyata mengenai potensi industri, fasilitas penunjang, serta peluang investasi yang tersedia di Kota Baja.
Fajar Hadi Prabowo mengapresiasi kedatangan para investor Jepang ke Kota Cilegon untuk melihat peluang investasi dan pengembangan industri.
"Terima kasih kepada Bapak dan Ibu dari Jepang yang sudah jauh-jauh hadir ke Cilegon. Selamat datang kepada Bapak dan Ibu sekalian. Cilegon adalah kota yang sangat ramah untuk investasi," ujarnya.
Kata Fajar, Pemkot Cielgon telah menyiapkan berbagai materi presentasi yang diterjemahkan ke Bahasa Jepang agar seluruh peserta dapat memahami potensi dan peluang investasi di Kota Cilegon dengan baik.
"Jangan sungkan apabila di tengah presentasi ada yang ingin bertanya langsung tentang Kota Cilegon," ungkapnya.
Fajar juga menegaskan Pemerintah Indonesia, termasuk Pemkot Cilegon, terus berupaya menjaga stabilitas investasi melalui kepastian hukum dan keamanan bagi seluruh pelaku usaha.
"Saya mewakili pemerintah menyampaikan Indonesia sedang memastikan dua hal penting, yaitu ketahanan pangan serta kepastian hukum dan keamanan. Kami ingin memastikan seluruh pelaku usaha, baik investor lokal maupun asing, merasa aman dan nyaman berada di sini," paparnya.
Baca Juga: Subuh Akbar Berhadiah Umrah di Masjid Agung Cilegon Diserbu Warga
Menurutnya, pertumbuhan industri di Indonesia, khususnya sektor baja, petrokimia, dan energi, berkembang sangat pesat sehingga membutuhkan dukungan sektor logistik yang kuat sebagai penopang utama perekonomian.
"Kami melihat pertumbuhan sektor industri seperti baja, petrokimia, dan energi sangat pesat. Apa pun industrinya, perusahaan logistik adalah jembatan penumpu yang sangat penting dari sektor perekonomian," jelasnya.
Ia juga menyampaikan pesan dari Wali Kota Cilegon mengenai komitmen Pemerintah Kota Cilegon dalam menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif.
"Pemerintah Kota Cilegon terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif. Kami akan mendukung keberlanjutan investasi jangka panjang melalui kemudahan koordinasi dan jaminan keamanan," tegasnya.
Lebih lanjut, Fajar berharap kunjungan tersebut menjadi awal hubungan baik dan kerja sama jangka panjang antara Kota Cilegon dengan para pelaku industri dari Jepang.
"Kami sangat berharap kedatangan rombongan ini bukan menjadi yang pertama dan terakhir. Mudah-mudahan ini menjadi pintu masuk pertama dalam menjalin hubungan baik dengan para pelaku industri di Jepang," tutupnya.
Berita Terkait
-
Subuh Akbar Berhadiah Umrah di Masjid Agung Cilegon Diserbu Warga
-
Ratu Amalia Hayani Ditunjuk Jadi Plt Ketua DPD Golkar Cilegon Gantikan Ati Marliati
-
Bima Arya Soroti Kepemimpinan Wali Kota Cilegon, Sebut Pembangunan Sesuai Identitas Daerah
-
Pemkot Cilegon Kampanyekan Tertib Ukur dan Kepercayaan Publik
-
Soroti Kedaulatan Informasi, Wali Kota Cilegon Ajak Refleksikan Persatuan Boedi Oetomo
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi