- Merek air minum Aqua menuai kritik karena menggunakan logo koperasi pada iklan pesan kesehatan bagi konsumen.
- Para pakar menilai strategi pemasaran tersebut menimbulkan bias otoritas dan berpotensi mengecoh persepsi publik mengenai validitas.
- Tindakan ini memicu pertanyaan terkait kredibilitas sumber informasi serta pemenuhan hak konsumen atas transparansi pesan iklan.
SuaraBanten.id - Strategi komunikasi pemasaran merek air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua tengah menjadi bahan diskusi kritis di kalangan praktisi periklanan dan pakar komunikasi.
Pasalnya, kemunculan logo koperasi pada panel 'Pesan Kesehatan' di bagian akhir iklan video mereka dinilai berpotensi mengecoh persepsi konsumen.
Sejumlah pakar menilai penggunaan simbol tersebut dapat menimbulkan kerancuan informasi, mengingat koperasi secara institusional bukanlah lembaga otoritas kesehatan yang dikenal publik sebagai pemberi rekomendasi medis atau edukasi ilmiah.
Ketua Badan Pengawas Periklanan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (BPP-P3I), Susilo Dwihatmanto, menyoroti adanya penggunaan strategi psikologis yang disebut sebagai bias otoritas.
Hal ini terjadi ketika sebuah iklan menggunakan simbol atau figur yang diasosiasikan dengan profesi tertentu guna memvalidasi kebenaran sebuah pesan.
Dalam kasus ini, meskipun yang dicantumkan adalah logo koperasi, namun fakta bahwa koperasi tersebut berafiliasi dengan organisasi profesi kedokteran memberikan kesan persetujuan medis secara tersirat.
“Mengapa dipakai bias otoritas? Karena kalau dokter yang ngomong, dianggapnya sudah pasti benar. Logonya memang pakai koperasinya, tapi dari jauh terlihat seperti logo organisasi profesi kedokteran. Padahal, dalam iklan, unsur yang paling utama adalah kejujuran kepada konsumen,” ujar Susilo dalam keterangannya, dilansir Minggu (28/6/2026)
Ahli Ilmu Komunikasi, Dr. Algooth Putranto, menjelaskan bahwa masyarakat umum mengenal koperasi sebagai entitas yang bergerak di bidang pelayanan ekonomi dan kesejahteraan anggotanya.
Ketika logo koperasi ditempatkan dalam bingkai pesan kesehatan mengenai pencegahan dehidrasi, muncul pertanyaan mendasar mengenai kredibilitas sumber informasi tersebut.
Baca Juga: Bapenda Banten Endus Akal-akalan Perusahaan Air Kemasan Pakai Tarif Rumah Tangga
“Masyarakat akan bertanya-tanya, siapa sebenarnya pihak yang menyampaikan pesan tersebut dan apa dasar kewenangannya? Kejelasan sumber informasi sangat penting agar publik tidak salah memahami apakah ini anjuran medis resmi atau sekadar konten promosi komersial,” jelas Dr. Algooth.
Isu ini berkaitan erat dengan hak konsumen untuk mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Hingga berita ini diturunkan, pihak produsen Aqua maupun pengelola koperasi terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan di balik pemilihan penempatan logo tersebut.
Berita Terkait
-
Bapenda Banten Endus Akal-akalan Perusahaan Air Kemasan Pakai Tarif Rumah Tangga
-
Waspada! Kenaikan Kasus ISPA Tangerang Mengancam Anak Usia 0-5 Tahun, Ini Penyebabnya
-
Waspada Paparan BPA Galon Guna Ulang, Pakar Ungkap Risiko Pubertas Dini pada Anak
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Gubernur Banten: RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI yang Sedang Dinonaktifkan
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Sembunyikan Emas Rp63 Miliar di Anus dan Kemaluan, 7 WNA China Ditangkap di Bandara Soetta
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel