- Pemprov Banten meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus dengan memperketat pengawasan pintu masuk internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
- Dinas Kesehatan Banten berkolaborasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan untuk memantau suspek virus di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan wilayah tersebut.
- Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus guna mencegah penularan penyakit menular Hantavirus tersebut.
SuaraBanten.id - Pemprov Banten resmi meningkatkan status kewaspadaan terkait ancaman penyebaran Hantavirus. Langkah strategis diambil dengan memperketat pengawasan di gerbang internasional, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), guna mencegah masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan bahwa pengetatan ini difokuskan pada pintu-pintu masuk kedatangan dari luar negeri, mengingat mobilitas manusia yang tinggi di bandara tersibuk di Indonesia tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Provinsi Banten menjalin kerja sama erat dengan otoritas kekarantinaan kesehatan pelabuhan dan bandara.
"Peningkatan pengawasan dilakukan di pintu masuk Balai Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta dan BKK Kelas 1 Banten," ujar Ati Pramudji Hastuti di Serang, Kamis (14/5/2026).
Selain memperketat pintu kedatangan, Pemprov Banten juga meningkatkan status kewaspadaan terhadap suspek hantavirus di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
Perhatian khusus diberikan kepada fasilitas kesehatan yang ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel untuk Penyakit Infeksi Emerging di Banten, yaitu RSUD Kabupaten Tangerang.
Meski pengawasan diperketat, Ati mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Ia menekankan bahwa langkah pencegahan paling efektif yang bisa dilakukan warga adalah menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, mencegah masuknya tikus ke dalam rumah, serta menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat.
"Kami terus mengedukasi masyarakat agar menghindari kontak langsung dengan reservoir, yaitu tikus beserta kotorannya, maupun area yang berpotensi tercemar seperti tempat sampah dan got. Segera datang ke fasyankes jika mengalami gejala suspek," ujarnya.
Ati menjelaskan, hantavirus adalah penyakit menular Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang memiliki risiko penularan antar manusia sangat rendah.
Baca Juga: Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng
Seseorang yang terinfeksi umumnya akan menunjukkan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot dan betis, lemas, mual, muntah, hingga kulit yang menguning.
Terkait riwayat kasus, Ati membenarkan bahwa Provinsi Banten pernah mencatatkan satu temuan kasus positif hantavirus pada bulan November 2025 lalu. Namun, pasien tersebut saat ini sudah dinyatakan sehat secara total.
Pihaknya juga memastikan bahwa kasus yang terjadi pada tahun lalu itu merupakan kasus terisolasi dan sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan temuan wabah hantavirus yang baru-baru ini terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius. [Antara].
Berita Terkait
-
Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng
-
Gubernur Banten: RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI yang Sedang Dinonaktifkan
-
6 Fakta Vonis Eks Anggota DPRD Kota Serang Wahyu Papat dalam Kasus Penggelapan Tanah
-
Ngapel Berujung Sel! Pemuda Lebak Banten Diciduk Polisi Usai Kepergok Kakak Pacar
-
Nasib Tragis Pasutri Eks Pejabat Serang, Masuk Bui Gara-Gara Urusan Tanah 1.560 Meter
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Bawa-bawa Logo Koperasi di Pesan Kesehatan, Strategi Komunikasi Pemasaran Aqua Menuai Kritik
-
Aktivitas Galian Tanah di Desa Nanggung Kopo Dipantau Ketat Polisi
-
Kecemburuan Berujung Brutal, Kedi Golf Jadi Korban Penganiayaan di Tangerang
-
PIK2 Soroti Pentingnya Pengalaman Nyata di Tengah Gempuran Konten Media Sosial
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2