Andi Ahmad S
Kamis, 14 Mei 2026 | 23:17 WIB
Ilustrasi Virus Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat [Pexseles]
Baca 10 detik
  • Pemprov Banten meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus dengan memperketat pengawasan pintu masuk internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Dinas Kesehatan Banten berkolaborasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan untuk memantau suspek virus di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan wilayah tersebut.
  • Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus guna mencegah penularan penyakit menular Hantavirus tersebut.

SuaraBanten.id - Pemprov Banten resmi meningkatkan status kewaspadaan terkait ancaman penyebaran Hantavirus. Langkah strategis diambil dengan memperketat pengawasan di gerbang internasional, khususnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), guna mencegah masuknya virus tersebut ke wilayah Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menegaskan bahwa pengetatan ini difokuskan pada pintu-pintu masuk kedatangan dari luar negeri, mengingat mobilitas manusia yang tinggi di bandara tersibuk di Indonesia tersebut.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Kesehatan Provinsi Banten menjalin kerja sama erat dengan otoritas kekarantinaan kesehatan pelabuhan dan bandara.

"Peningkatan pengawasan dilakukan di pintu masuk Balai Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta dan BKK Kelas 1 Banten," ujar Ati Pramudji Hastuti di Serang, Kamis (14/5/2026).

Selain memperketat pintu kedatangan, Pemprov Banten juga meningkatkan status kewaspadaan terhadap suspek hantavirus di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Perhatian khusus diberikan kepada fasilitas kesehatan yang ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel untuk Penyakit Infeksi Emerging di Banten, yaitu RSUD Kabupaten Tangerang.

Meski pengawasan diperketat, Ati mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Ia menekankan bahwa langkah pencegahan paling efektif yang bisa dilakukan warga adalah menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, mencegah masuknya tikus ke dalam rumah, serta menyimpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat.

"Kami terus mengedukasi masyarakat agar menghindari kontak langsung dengan reservoir, yaitu tikus beserta kotorannya, maupun area yang berpotensi tercemar seperti tempat sampah dan got. Segera datang ke fasyankes jika mengalami gejala suspek," ujarnya.

Ati menjelaskan, hantavirus adalah penyakit menular Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang memiliki risiko penularan antar manusia sangat rendah.

Baca Juga: Ratusan Kilometer Tanpa Alas Kaki: Kisah Sarip dan Samid, Kakak Beradik Badui Penjual Madu Odeng

Seseorang yang terinfeksi umumnya akan menunjukkan gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot dan betis, lemas, mual, muntah, hingga kulit yang menguning.

Terkait riwayat kasus, Ati membenarkan bahwa Provinsi Banten pernah mencatatkan satu temuan kasus positif hantavirus pada bulan November 2025 lalu. Namun, pasien tersebut saat ini sudah dinyatakan sehat secara total.

Pihaknya juga memastikan bahwa kasus yang terjadi pada tahun lalu itu merupakan kasus terisolasi dan sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan temuan wabah hantavirus yang baru-baru ini terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius. [Antara].

Load More