- Pemerintah Kabupaten Serang menemukan 1.500 warga dari berbagai profesi terjebak dalam jaringan daring komunitas LGBT.
- Wakil Bupati Serang menyiapkan langkah pembinaan humanis melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan bagi warga terdampak.
- Pemerintah daerah melarang masyarakat main hakim sendiri dan akan menindak tegas ASN yang terbukti terlibat.
SuaraBanten.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Banten, bergerak cepat merespons temuan mengejutkan terkait aktivitas komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayahnya.
Tak main-main, sebanyak 1.500 orang di Kabupaten Serang terdeteksi saling terhubung dalam jaringan grup komunitas LGBT berbasis daring (online).
Menanggapi fenomena tersebut, Pemkab Serang menegaskan siap mengambil langkah pembinaan khusus yang bersifat humanis demi merangkul kembali para warga terdampak.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengungkapkan bahwa angka mengejutkan ini dihimpun berdasarkan laporan tepercaya dari para pemerhati masalah sosial di wilayah Kabupaten Serang.
"Laporan dari pemerhati masalah ini, di Kabupaten Serang sudah kurang lebih terdata 1.500 anggota komunitas. Itu melalui online, Instagram, dan media sosial lainnya," ujar Wabup Najib dilansir dari Antara.
Lebih lanjut,ia membeberkan bahwa anggota yang tergabung di dalam jejaring sosial tersebut sangat acak dan berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pelajar, manajer, petani, hingga profesi lainnya. Mereka disinyalir kerap mengadakan pertemuan secara mandiri di kafe atau titik kumpul tertentu.
Merespons besarnya temuan anggota grup tersebut, Pemkab Serang memilih mengedepankan pendekatan secara persuasif. Najib telah meminta instansi terkait untuk segera turun tangan menangani komunitas yang sudah terlanjur terbentuk ini.
"Kalau yang sudah terbentuk komunitas, maka kita minta dinas terkait yakni Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pembinaan. Diharapkan lewat pendekatan edukasi ini mereka bisa kembali kepada kehidupan yang semestinya, sesuai dengan harapan keluarga," tuturnya.
Untuk mendalami anggota grup tersebut, Pemkab Serang juga akan menelusuri dugaan adanya keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika terbukti ada ASN yang tergabung, pemerintah daerah tidak segan menindak tegas sesuai aturan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Baca Juga: Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
Di sisi lain, Wabup Serang secara tegas melarang masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) bertindak main hakim sendiri dalam merespons temuan komunitas ini.
Pihaknya tengah mengonsolidasikan kelompok masyarakat, alim ulama, dan para pendidik, agar bersinergi melakukan pencegahan lewat edukasi bahaya LGBT secara humanis, yang disebutnya sebagai salah satu ancaman kedaulatan non-militer.
Berita Terkait
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Aktivitas Galian Tanah di Desa Nanggung Kopo Dipantau Ketat Polisi
-
Usut Sungai Ciujung yang Hitam dan Bau, DLHK Banten Kantongi 3 Fokus Investigasi
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Buka Akses Kerja Inklusif, BRI Kembali Gelar Peduli Sahabat Disabilitas
-
Gubernur Banten Bangga Putra Daerah Pandeglang Jadi Kapolri
-
Suyudi Gantikan Listyo Sigit Jadi Kapolri, MFF Syndicate Soroti Tantangan Polri ke Depan
-
Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri
-
Pembangunan Pabrik CA-EDC Chandra Asri Group Buka Peluang Ekonomi Bagi UMKM Lokal