- Pemerintah Kota Serang menggabungkan SDN 04, SDN 8, dan SDN 16 menjadi SDN 4 karena minimnya jumlah pendaftar siswa baru.
- Dampak penggabungan sekolah tersebut menyebabkan tiga guru harus dimutasi karena adanya pengurangan jumlah rombongan belajar di sekolah baru.
- Pihak sekolah kini menunggu penerbitan surat keputusan penugasan kepala sekolah definitif untuk menghindari tumpang tindih kebijakan dalam masa transisi.
SuaraBanten.id - Penggabungan atau merger tiga sekolah yakni SDN 04, SDN 8 dan SDN 16 Kota Serang menjadi satu sekolah dengan nomenklatur SDN 4 Kota Serang membuat sebanyak 3 guru terpaksa harus dimutasi ke sekolah lain.
Sekedar informasi, ketiga sekolah tersebut terpaksa harus digabungkan menjadi satu sekolah lantaran makin minimnya peserta didik baru yang mendaftar ke ketiga sekolah tersebut sejak tahun 2021 silam.
Kepala Sekolah SDN 04 Kota Serang Rena Komalasari mengatakan, adanya pengurangan rombel (rombongan belajar) akibat digabungkannya tiga sekolah ke dalam satu sekolah membuat sebanyak 3 guru harus berpindah sekolah.
"Kalau yang terdampak itu 3 orang (guru). Kelas 7 digabungkan dari tadinya 3 kelas dari 3 sekolah, kalau sudah digabung hanya jadi 2 kelas. Otomatis ada 1 guru yang harus dirotasi ke sekolah yang lebih membutuhkan," ungkap Rena kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Selain itu, Rena mengaku, penyesuaian budaya belajar dengan perbedaan karakter siswa dari tiga sekolah berbeda menjadi fokus utama pihaknya untuk dapat disinergikan selama masa transisi usai terbitnya SK Walikota Serang terkait penggabungan tiga sekolah menjadi satu sekolah.
"Yang paling utama saat ini adalah menyatukan karakter siswa dan guru dari 3 sekolah. Itu tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi akan kami lakukan secara bertahap," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 8 Kota Serang Nurjaemah mengungkapkan, penggabungan tiga sekolah menjadi satu sekolah masih menyisakan persoalan lain yang berkaitan dengan tugas guru dan kepala sekolah.
Pasalnya, kata Nurjaemah, dirinya masih dilanda kebingungan dalam melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah lantaran belum terbitnya SK (surat keputusan) penunjukan kepala sekolah yang akan memimpin sekolah SDN 4 Kota Serang usai dilakukan penggabungan atau merger.
"SK belum diterima, ya gimana mau ke sana kalau SK-nya belum ada. Sedangkan kalau di sini diberi tugas pun kami bingung, krn muridnya kurang.
Jd yg belum itu soal penugasan guru dan kepala sekolahnya. Tp sambil berjalan inshaallah kami akan tetap bertugas," kata Nurjaemah.
Baca Juga: Ungkapan Bangga Para Ayah di Bandung Saat Antar Buah Hati Masuk Sekolah: Waktu Cepat Berlalu
"Cuma kalau SK-nya cepat itu kami lebih enak menatanya, biar kebijakannya ga tumpang tindih antara kepala sekolah yg satu dengan yg lain. kalau ini kan kami bingung, sekolahnya sudah dimerger tapi kepala sekolahnya masih ada 3," sambungnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak tiga sekolah yakni SDN 04, SDN 8 dan SDN 16 Kota Serang terpaksa harus digabung menjadi satu sekolah dengan nomenklatur SDN 4 Kota Serang setelah ketiga sekolah tersebut kekurangan peserta didik baru di tahun ajaran 2026/2027.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, masing-masing sekolah hanya menerima sekitar 11 peserta didik baru di tahun ajaran 2026/2027 dari jumlah kuota penerimaan peserta didik baru sebanyak 28 siswa.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Ungkapan Bangga Para Ayah di Bandung Saat Antar Buah Hati Masuk Sekolah: Waktu Cepat Berlalu
-
Libur Idul Adha, Pantai Anyer Diserbu Ribuan Wisatawan
-
Kronologi Mahasiswa di Karawang Dipiting dan Ditusuk Saat ke Warung, Pelaku Berhasil Diringkus
-
Tertipu Umroh 'Gratis' Iming-Iming Rp1 Miliar, Puluhan Warga Gigit Jari
-
Menang Lomba Kampung Bersih dan Aman, Kini Cikande Permai Siap Maju ke Babak Kabupaten
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tembus Rp189 Miliar! Data PPATK Bongkar Transaksi Judi Daring Warga dan ASN di Lebak
-
Batas Aman BPA Diperketat! BPOM Resmikan Aturan Baru Kemasan Galon Guna Ulang
-
Manfaatkan Situasi Toko Tutup, Kepala Minimarket di Cikande Coba Perkosa Kasir di Gudang
-
Kepung Senayan 7 September Nanti, 8.000 PPPK Non-Guru Banten Bersiap Gelar Aksi Demonstrasi
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan