- Pemkot Serang menggabungkan tiga sekolah dasar negeri di Kelurahan Cipare menjadi SDN 4 Kota Serang pada 2026.
- Kebijakan merger dilakukan karena rendahnya jumlah siswa baru akibat sistem zonasi dan kurangnya penduduk usia sekolah.
- Penggabungan sekolah bertujuan mengoptimalkan kualitas layanan pendidikan, efektivitas dana BOS, serta meningkatkan manajemen operasional di sekolah tersebut.
SuaraBanten.id - Minimnya jumlah peserta didik baru membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memilih menggabungkan tiga sekolah dasar negeri menjadi satu sekolah. Ketiga sekolah tersebut yakni SDN 04 Kota Serang, SDN 8 Kota Serang dan SDN 16 Kota Serang menjadi SDN 4 Kota Serang.
Sekedar informasi, tiga sekolah yang berada di Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang tersebut lokasinya sangat berdekatan. Bahkan bisa dibilang, antara SDN 04 dengan SDN 8 masih berada dalam satu halaman yang sama. Sementara SDN 16 lokasinya berada berdampingan dengan SDN 04 dan SDN 8 dan hanya tersekat bangunan kelas saja.
Disampaikan Kepala Sekolah SDN 04 Kota Serang Rena Komalasari, penggabungan tiga sekolah merupakan hasil usulan yang disampaikan oleh pihaknya bersama dua sekolah lain. Hal itu menyusul rendahnya peminat yang mendaftar ke ketiga sekolah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini cita-cita kami untuk merger 3 sekolah, usulan sih sudah dari 2021, tapi baru terealisasi di tahun 2026 ini. Kemudian juga untuk jumlah murid yang dari tahun ke tahun semakin berkurang, karena wilayah sekitar sekolah mungkin sudah tidak produktif, sudah ga ada lagi anak-anak usia sekolah SD-nya," kata Rena ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
"Bahkan kami yang harusnya maksimal 1 kelas itu 28 siswa, ada yang 11 siswa yang daftar, ada yang 10 siswa, ada juga yang 25 siswa," imbuhnya.
Selain itu, kata Rena, adanya sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah disinyalir turut menjadi pemicu minimnya peserta didik baru yang mendaftar ke sekolahnya.
"Karena pakai sistem zonasi ya, di sekitar lingkungan sini sudah ga produktif, sudah minim usia anak sekolahnya. Di tambah ada zonasi sehingga makin minim yang masuk sini, karena dulu tuh biasanya yang kerja di RSUD Drajad Prawiranegara itu anaknya di sekolahin di sini, tapi karena zonasi sudah ga masuk ke sini," ungkapnya.
Kendati demikian, ia berharap, digabungkannya tiga sekolah menjadi satu bisa semakin meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik sekolah sehingga tingkat kepercayaan masyarakat bisa kembali, terlebih keberadaan tiga sekolah yang digabung tersebut berdekatan dengan dua sekolah lain yaitu SDN 02 Kota Serang dan SDN 20 Serang.
"Jadi mudah-mudahan dengan dimerger ini harapannya tingkat kepercayaan masyarakat kepada sekolah kami lebih meningkat. Karena biasanya 1 sekolah menerima 1 rombel mungkin 28 siswa, kalau digabung ya 3 rombel itu jumlah siswa didik barunya bisa sesuai dengan seharusnya," kata Rena.
Baca Juga: Bongkar Industri Uang Palsu di Tangerang, WW Belajar dari 'God Hand' Bandung
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, penggabungan tiga sekolah dinilai sebagai solusi agar pelayanan pendidikan berjalan lebih efektif. Pasalnya, rendahnya jumlah peserta didik baru membuat penyelenggaraan pendidikan, termasuk pemanfaatan Dana BOS menjadi kurang optimal.
"Kalau jumlah siswanya sedikit, penggunaan anggaran BOS juga kurang efektif. Dengan penggabungan ini layanan pendidikan menjadi lebih optimal, termasuk untuk kebutuhan guru honorer dan proses pembelajaran," ucap Nuri.
Ia tak menampik, kebijakan penggabungan tiga sekolah menjadi satu sekolah dilatarbelakangi oleh kurangnya peserta didik baru yang diterima oleh ketiga sekolah tersebut. Di samping itu, adanya usulan dari para kepala sekolah turut jadi faktor dikeluarkannya kebijakan merger tersebut.
"Iya salah satunya karena kekurangan siswa. Tetapi tujuan utamanya juga meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan. Juga didasari pada usulan kepala sekolah yang telah diajukan sejak 2021 karena terus menurunnya jumlah peserta didik," ujarnya.
"Alhamdulillah (setelah digabung), kelas 1 sekarang berjumlah 54 siswa. Jadi sangat efektif," sambungnya.
Tak hanya itu, diakui Nuri, pihaknya akan membuka akses antar bangunan yang saat ini masih tersekat agar menjadi satu kawasan pendidikan terpadu sehingga pengelolaan yang berada dalam satu manajemen lebih efektif dan efisien.
Berita Terkait
-
Bongkar Industri Uang Palsu di Tangerang, WW Belajar dari 'God Hand' Bandung
-
Gunung Anak Krakatau Status Siaga, BPBD Banten Garansi Kawasan Anyer dan Carita Aman Dikunjungi
-
Targetkan 1.500 Pelari, Ajang GRID Cardio Rush Bakal Hijaukan Kaki Gunung Gede Pangrango
-
Jalan Rusak Parah Bertahun-tahun, Warga Lebak Pedalaman: Kami Merasa Belum Merdeka di Tanah Sendiri
-
Sempat Ngaku Dilecehkan Tokoh Banten, Ida Farida Kini Cabut Laporan dan Sebut Isunya Hoaks
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger
-
Bongkar Industri Uang Palsu di Tangerang, WW Belajar dari 'God Hand' Bandung
-
BRI dan Rumah BUMN Antarkan UMKM "It's Me Time" Mendunia Dengan Ekspor Brownies Ketan
-
Gunung Anak Krakatau Status Siaga, BPBD Banten Garansi Kawasan Anyer dan Carita Aman Dikunjungi
-
Targetkan 1.500 Pelari, Ajang GRID Cardio Rush Bakal Hijaukan Kaki Gunung Gede Pangrango