- Warga Desa Kadudamas, Kabupaten Lebak, mengeluhkan kerusakan jalan sepanjang tiga kilometer yang tidak diperbaiki selama bertahun-tahun.
- Kondisi jalan rusak parah tersebut menghambat akses mobilitas warga dalam sektor pendidikan, ekonomi, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.
- Masyarakat menuntut Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh sesuai standar kelaikan hingga pertengahan tahun 2026.
SuaraBanten.id - Kekecewaan mendalam tengah dirasakan oleh warga di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Akses jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer di Kampung Padasuka, Desa Kadudamas, Kecamatan Cirinten, dilaporkan mengalami kerusakan parah selama bertahun-tahun tanpa adanya perhatian dari pemerintah daerah.
Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada sektor pendidikan dan ekonomi lokal yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat desa.
Berdasarkan pengakuan warga, kerusakan jalan ini telah mencapai level yang membahayakan keselamatan jiwa. Edi, salah seorang warga setempat, menjelaskan betapa sulitnya melintasi jalur tersebut dalam berbagai kondisi cuaca.
“Saat kemarau, jalan dipenuhi debu pekat dan batu-batu tajam yang sering merusak ban dan membahayakan pengendara. Di musim hujan kondisinya jauh lebih parah; jalan berubah menjadi becek, licin, dan berlumpur. Sangat berbahaya terutama di bagian jalan yang menurun tajam,” ujar Edi dilansir dari BantenNews -jaringan Suara.com, Minggu (12/7/2026).
Dampak dari rusaknya jalan di Desa Kadudamas ini meluas ke berbagai sektor vital mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, pekerjaan.
“Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Jalan ini adalah akses utama kami untuk sekolah, bekerja, hingga perdagangan,” tambah Edi.
Masyarakat Desa Kadudamas merasa selama ini suara mereka tidak didengar oleh pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Lebak.
Hingga memasuki pertengahan tahun 2026, belum ada tanda-tanda alokasi anggaran untuk perbaikan jalan tersebut.
Baca Juga: Sempat Ngaku Dilecehkan Tokoh Banten, Ida Farida Kini Cabut Laporan dan Sebut Isunya Hoaks
Edi menekankan bahwa warga tidak membutuhkan solusi jangka pendek seperti penambalan lubang secara asal-asalan. Mereka menuntut perbaikan menyeluruh (pengaspalan atau pengecoran) yang sesuai dengan standar kelaikan jalan nasional.
“Semoga pemerintah tidak menutup mata. Kami sangat bergantung pada jalan ini untuk bertahan hidup. Dengan kondisi seperti ini, kami merasa belum merdeka di tanah sendiri,” tegasnya dengan nada getir.
Berita Terkait
-
Sempat Ngaku Dilecehkan Tokoh Banten, Ida Farida Kini Cabut Laporan dan Sebut Isunya Hoaks
-
Lolos dari Jeratan Kasus SDN Kuranji, Laporan Terhadap Walikota Serang Budi Resmi Dihentikan
-
Viral Kapal Tongkang Buang Material di Bojonegara, DKP Banten Curiga Itu Limbah Industri
-
Berawal dari Niat Jahat Sopir dan Kernet, Bisnis Gelap Rokok Polos di Banten Berakhir di Jeruji Besi
-
Minimalisir Terpapar Pinjol, Puluhan Mahasiswa Diedukasi Literasi Keuangan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu