- Aliran Sungai Ciujung di Kabupaten Serang tercemar limbah berwarna hitam dan berbau sejak pertengahan Juni 2026 lalu.
- Pencemaran sungai yang melintasi Kecamatan Tanara hingga Tirtayasa tersebut menyebabkan gangguan kenyamanan serta kesehatan bagi warga sekitar.
- Dampak limbah mengakibatkan warga kesulitan memperoleh air bersih dan petani kehilangan mata pencaharian akibat lahan tidak produktif.
SuaraBanten.id - Aliran Sungai Ciujung di wilayah Kabupaten Serang diduga tercemar limbah. Pasalnya, kondisi sungai tersebut kini berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap mulai dari Kecamatan Tanara hingga Kecamatan Tirtayasa sehingga mengganggu aktivitas warga setempat.
Dari pantauan di Kampung Jongjing, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang pada Kamis (18/6/2026), kondisi air tampak menghitam disertai bau tak sedap. Selain itu, di atas permukaan air terlihat seperti ada zat-zat yang menyerupai minyak.
Warga setempat, Ahmad Khotib mengaku, sudah lebih dari 2 Minggu kondisi aliran Sungai Ciujung berubah warna menjadi hitam dan berbau tak sedap. Menurutnya, kondisi seperti itu sudah sering terjadi tanpa ada solusi dari pemerintah untuk menanganinya.
"Ini udah 2 Minggu lebih karena airnya tercemar dan bau lagi, menghitam begini. Kondisinya seperti itu sering juga sih, hampir tiap tahun kayaknya. Mau gimana lagi, masyarakat kecil mah bisanya diem aja begini," kata Khotib, Kamis (18/6/2026).
Diakui Khotib, kondisi air Sungai Ciujung yang tercemar membuat warga terganggu lantaran bau tak sedap yang masuk hingga ke dalam rumah sehingga membuat tidur tak nyaman.
"Malam itu paling kerasa, paling nyengat. Siang juga bau, tergantung arah angin. Mau tidur ga nyaman, banyak nyamuk juga," ungkapnya.
Tak hanya itu, kata Khotib, sejumlah warga yang menggantungkan hidupnya untuk kebutuhan mandi, mencuci dan memasak dari Sungai Ciujung pun kini kebingungan lantaran kesulitan mendapatkan suplai air bersih.
"Warga juga ngeluh, apalagi yang ngandelin air dari Kali Ciujung. Udah enggak bisa dipakai mandi, masak. Paling ngambil dari sumur, harus ngebor lagi, keluar duit lagi," ucapnya.
Hal senada turut disampaikan warga Desa Laban, Kecamatan Tirtayasa, Roni. Menurutnya, kondisi tercemarnya Sungai Ciujung membuat lahan garapannya tak bisa ditanami oleh sayuran sehingga terpaksa harus kehilangan penghasilan tambahan dari hasil menggarap sawah milik orang lain.
Baca Juga: Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Udara, Jutaan Penumpang Diprediksi Padati Bandara
"Aturannya kita bisa nanam sayuran, buat belanja sehari-hari jadi enggak bisa nanam. Kita udah mah dirugikan dari tanaman, terus baunya menyengat kemana-mana," ungkap Roni.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Udara, Jutaan Penumpang Diprediksi Padati Bandara
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
Catat Tanggalnya! SPMB Kota Serang Dibuka 29 Juni, Ada Jalur Swasta Gratis
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Sering Kirim Santri ke Luar Negeri, Ponpes Darul Quran Tangerang Dibekali Ini
-
Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Udara, Jutaan Penumpang Diprediksi Padati Bandara
-
Pertamax Naik Rp4.000 Per Liter, Warga Tangerang Ramai-ramai Turun Kelas ke Pertalite
-
Anak Korban Pembunuhan di Gelam Serang Murka: Ibu Saya Tak Minta Uang, Justru Dia yang Matre
-
Mutasi Kilat Pemkot Cilegon Diterpa Isu Nepotisme: Istri Pejabat Diduga Jadi Prioritas Promosi