- Pemprov Banten memperluas program sekolah gratis ke lebih dari 800 sekolah swasta bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
- Program ini mulai menjangkau 10.000 siswa Madrasah Aliyah swasta pada tahun ajaran 2026-2027 untuk menjamin keadilan akses pendidikan.
- Kebijakan ini berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan rata-rata lama sekolah di Provinsi Banten selama tahun 2025.
SuaraBanten.id - Pemprov Banten secara resmi memperluas jangkauan program sekolah gratis hingga ke institusi swasta. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta mewujudkan keadilan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat di Tanah Jawara.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa perluasan program ini bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur akademik.
Andra Soni menyampaikan bahwa keberhasilan Program Sekolah Gratis adalah bukti kehadiran negara dalam menjamin hak konstitusional warga. Fokus utama kebijakan ini adalah keluarga prasejahtera yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas karena kendala biaya.
"Program Sekolah Gratis ini hadir untuk memberikan pelayanan dasar pendidikan yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat Banten. Ini adalah bentuk gotong royong, di mana pemerintah mengambil peran untuk mengurusi anak-anak berlatar belakang keluarga tidak mampu agar pemerataan akses pendidikan tercapai," ujar Andra Soni, dilansir dari Antara.
Memasuki tahun ajaran 2026-2027 Program Sekolah Gratis diperluas, kata dia, tidak hanya menyasar siswa kelas X dan XI tingkat SMA, SMK, dan sekolah swasta tetapi kini juga membebaskan biaya pendidikan bagi 10.000 siswa Madrasah Aliyah (MA) swasta di seluruh tingkatan kelas.
Langkah tersebut membawa dampak berantai bagi ekosistem pendidikan swasta. Peningkatan jumlah siswa baru otomatis akan mengatrol nilai Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima institusi.
"Kami berharap limpahan dana tersebut dapat dimaksimalkan oleh pihak sekolah untuk melengkapi sarana prasarana serta meningkatkan kesejahteraan para guru," katanya.
Upaya progresif Pemprov Banten ini berjalan selaras dengan hasil pencatatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang menunjukkan tren pertumbuhan sangat positif.
Pada tahun pertama pelaksanaannya 2025 kebijakan ini menjangkau 801 sekolah swasta dengan total penerima manfaat mencapai 60.705 siswa. Kebijakan prorakyat tersebut menjadi salah satu pendorong utama naiknya IPM dan rata-rata lama sekolah di Banten naik dari 9,23 poin tahun 2024 menjadi 9,56 poin pada tahun 2025 dan IPM meningkat dari 76,35 poin (2024) menjadi 77,25 poin pada 2025.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! SPMB Kota Serang Dibuka 29 Juni, Ada Jalur Swasta Gratis
Gubernur Andra menuturkan pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Semakin tingginya partisipasi sekolah berkat intervensi pemerintah daerah ini diyakini akan berdampak langsung pada penciptaan generasi bangsa yang, unggul sekaligus meningkatkan daya saing Provinsi Banten pada masa depan.
Kehadiran program Pemprov ini juga langsung dirasakan manfaatnya di tingkat masyarakat. Kalita (17), salah satu siswi YP SMKS 17 Kota Cilegon, menyatakan bahwa fasilitas dari Pemprov ini menyelamatkan harapannya untuk terus bersekolah setelah tidak diterima di sekolah negeri.
“Semula yang terpikir itu kalau di swasta saya harus membayar ini dan itu. Berat dengan kondisi ekonomi orang tua yang pas-pasan. Alhamdulillah, ternyata ada program sekolah gratis dari Bapak Gubernur," ucap Kalita.
Berita Terkait
-
Catat Tanggalnya! SPMB Kota Serang Dibuka 29 Juni, Ada Jalur Swasta Gratis
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
-
Pemkot Tangsel Terjunkan Satgas Percepatan MBG untuk Berantas SPPG Bandel
-
Nasib Guru Ngaji, Marbot dan Pemandi Jenazah di Serang: Insentif Tertahan Sejak 2025
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran
-
Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan
-
Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi
-
Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut