- CSR PIK2 mengadakan program Pojok Literasi untuk merayakan HUT ke-81 RI di TK Islam Nurunnajah dan SPS Brilliant pada Agustus 2026.
- Anak-anak mengikuti kegiatan belajar sambil bermain melalui berbagai permainan edukatif bertema kemerdekaan yang dipandu Kak Rara.
- Kegiatan tersebut memberikan pengalaman bagi anak-anak untuk melatih keberanian, kerja sama, dan membangun rasa percaya diri.
SuaraBanten.id - Sorak-sorai dan tawa anak-anak mewarnai perayaan HUT ke-81 RI di TK Islam Nurunnajah, Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, serta SPS Brilliant, Desa Bojong Renged. Bagi mereka, kemeriahan kemerdekaan bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar berani, bekerja sama, dan tampil percaya diri.
Keceriaan itu hadir melalui program Pojok Literasi yang digelar CSR PIK2. Semangat kemerdekaan dikemas dalam kegiatan belajar sambil bermain sehingga anak-anak dapat mengikuti berbagai aktivitas secara lebih menyenangkan dan sesuai dengan dunia mereka.
Di TK Islam Nurunnajah, kegiatan bersama Kak Rara berlangsung pada Jumat (7/8/2026). Beragam aktivitas membuat suasana belajar menjadi lebih cair. Anak-anak diajak berpartisipasi aktif sekaligus menikmati pengalaman belajar melalui permainan.
Kegiatan serupa kemudian digelar di SPS Brilliant pada Senin (10/8/2026). Sejumlah permainan bertema kemerdekaan disiapkan, mulai dari menyusun peta Indonesia, estafet karet tepung, hingga memindahkan bendera.
Permainan sederhana tersebut menghadirkan pengalaman yang lebih dari sekadar hiburan. Anak-anak belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, berinteraksi dengan teman, dan menyelesaikan tantangan di hadapan peserta lainnya.
Bagi sebagian anak, keberanian untuk mengikuti lomba menjadi pengalaman tersendiri. Dukungan orang tua yang hadir turut membuat anak-anak semakin percaya diri untuk mencoba.
Neneng Fatimah, salah satu orang tua peserta, melihat perubahan semangat anak-anak ketika mereka diberi ruang untuk mengikuti berbagai permainan.
“Acaranya seru banget, anak-anak jadi semangat dan berani ikutan lomba. Kalau bisa tiap tahun diadain lah di sini,” tutur Neneng.
Kegembiraan juga dirasakan Kanaya. Murid TK tersebut mengaku senang mengikuti lomba memindahkan bendera dan estafet karet tepung.
Baca Juga: Sempat Kalah Start, Rafathar Jadi Juara Lomba Renang
“Seru tadi ikut lomba pindahin bendera dan karet tepung. Hadiahnya juga bagus, dapat crayon buat gambar,” kata Kanaya.
Bagi anak-anak, hadiah berupa crayon menjadi pelengkap kegembiraan. Namun, pengalaman selama mengikuti permainan menjadi bagian yang lebih penting. Mereka belajar menghadapi tantangan, menyelesaikan tugas, dan berinteraksi dengan teman-temannya.
Melalui Pojok Literasi, CSR PIK2 menghadirkan pendekatan belajar sambil bermain untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik. Anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung.
Momentum kemerdekaan sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap Indonesia dengan cara yang sederhana dan sesuai dengan usia anak.
Di TK Islam Nurunnajah dan SPS Brilliant, semangat Merah Putih pun hadir melalui hal-hal sederhana: keberanian seorang anak untuk maju mengikuti lomba, kesediaan menunggu giliran, kerja sama dengan teman, hingga tawa ketika berhasil menyelesaikan permainan.
Bagi anak-anak, mungkin perlombaan itu hanya berlangsung beberapa menit. Namun, pengalaman untuk berani mencoba dan tampil di depan orang lain dapat menjadi langkah kecil dalam membangun kepercayaan diri mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Sembunyikan Emas Rp63 Miliar di Anus dan Kemaluan, 7 WNA China Ditangkap di Bandara Soetta
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel