Andi Ahmad S
Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:38 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
  • DPR RI resmi menyetujui penunjukan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru pada Kamis, 1 Oktober 2026.
  • MFF Syndicate mendorong kepemimpinan baru Polri memperkuat supremasi hukum, reformasi kelembagaan, dan meningkatkan kepercayaan publik.

SuaraBanten.id - Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Suyudi diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit. Proses tersebut dilanjutkan dengan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR RI, yang kemudian berujung pada persetujuan DPR RI pada Kamis (1/10/2026).

Menanggapi pergantian pucuk pimpinan Polri tersebut, Pendiri MFF Syndicate, M. Fauzan Febriansyah, menilai pergantian Kapolri tidak semata-mata sebagai pergantian figur, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat institusi dalam menghadapi tantangan keamanan dan penegakan hukum yang semakin kompleks.

Menurut Fauzan, tantangan Kapolri ke depan tidak hanya berkaitan dengan kejahatan konvensional, narkotika, dan gangguan keamanan.

Namun, Polri juga dihadapkan pada berbagai persoalan seperti kejahatan digital, penipuan berbasis teknologi, disinformasi, konflik sosial, kejahatan ekonomi, hingga kebutuhan menjaga ruang publik agar tetap aman dan demokratis.

"Komjen Suyudi memiliki pengalaman panjang di bidang reserse, kewilayahan, hingga memimpin Badan Narkotika Nasional. Modal pengalaman tersebut penting untuk membawa perspektif penegakan hukum yang kuat sekaligus semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat," kata Fauzan.

Karena itu, MFF Syndicate sebagai kelompok kajian hukum dan kebijakan publik mendorong kepemimpinan baru Polri untuk memperkuat tiga agenda utama, yakni supremasi hukum, reformasi kelembagaan, dan kepercayaan publik.

"Polri membutuhkan kepemimpinan yang mampu memastikan hukum bekerja secara profesional, transparan dan terukur. Kewenangan besar kepolisian harus berjalan beriringan dengan akuntabilitas yang besar pula. Polri di bawah komando Suyudi harus makin profesional dan berintegritas," ujarnya.

Fauzan juga berharap kepemimpinan Suyudi dapat memperkuat hubungan kelembagaan antara Polri dengan pemerintah daerah, masyarakat sipil, akademisi, dunia usaha, dan kelompok muda.

Baca Juga: Dari Kapolda hingga BNN, Golkar Nilai Ketegasan Komjen Suyudi Sangat Dibutuhkan Polri

Menurutnya, keamanan nasional di era baru tidak cukup dibangun melalui pendekatan penindakan, tetapi juga melalui pencegahan, literasi publik, ketahanan sosial, dan kepercayaan masyarakat.

"Kapolri baru memiliki kesempatan meninggalkan legacy sebagai pemimpin yang membuat Polri semakin kuat secara institusi sekaligus semakin dipercaya masyarakat. Ukurannya sederhana, hukum hadir dengan tegas, tetapi tetap adil; negara kuat, tetapi hak masyarakat tetap terlindungi," katanya.

MFF Syndicate juga menyampaikan penghargaan kepada Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo atas pengabdiannya selama memimpin Polri.

MFF Syndicate berharap proses transisi kepemimpinan dapat berlangsung secara tertib dan profesional serta tetap menjaga soliditas institusi Polri.

Load More