- Tiga oknum jaksa Kejati Banten dan dua rekannya didakwa memeras tersangka kasus ITE sebesar Rp2 miliar.
- Persidangan di PN Serang pada 14 April 2026 mengungkap para terdakwa mengancam korban demi mendapatkan keuntungan pribadi.
- Kasus terungkap melalui operasi intelijen Kejaksaan Agung pada November 2025 dan para terdakwa kini menghadapi jeratan hukum.
SuaraBanten.id - Sebuah skandal besar yang mencoreng institusi penegak hukum kembali terungkap di Banten. Tiga oknum jaksa di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, yakni Redy Zulkarnain, Rivaldo Valini, dan Herdian Malda Ksatria.
Tiga oknum jaksa itu didakwa telah melakukan praktik pemerasan dengan meminta uang sebesar Rp2 miliar kepada tersangka kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Tirza Angelica (WNI) dan Chi Hoon Lee (WNA).
Lebih mengejutkan lagi, kasus dugaan pemerasan ini juga menyeret dua orang lainnya, yakni Maria Sisca selaku penerjemah dan Didik Feriyanto selaku kuasa hukum para tersangka.
Dalam sidang dakwaan yang digelar pada Selasa (14/4/2026) di Pengadilan Negeri Serang, salah seorang terdakwa yakni Redy Zulkarnain mengancam Tirza Angelica dan Chi Hoon Lee akan memberikan hukuman berat bila permintaan uang tak dipenuhi.
Mulanya terdakwa Redy meminta uang sebesar Rp4 miliar, namun turun menjadi Rp2 miliar plus uang tambahan sebesar Rp300 juta jika keduanya diputus bebas.
"Ini kan Indonesia, kalau gak ada uang ya gak bisa diusahakan untuk tidak bersalah. Di Indonesia, segala urusan butuh uang berbeda dengan di Korea. Apabila tidak memenuhi permintaan tersebut, maka akan dijatuhi hukuman penjara. Di sini (Indonesia) orang tidak bersalah bisa jadi bersalah atau sebaliknya," kata JPU Kejari Tangerang Yopi Suhanda menirukan ucapan terdakwa Redy saat meminta uang kepada korbannya di hadapan Majelis Hakim PN Serang, Selasa (14/4/2026).
"Selanjutnya Redy Zulkarnain meminta uang muka sebesar Rp700 juta dengan alasan bahwa uang Rp500 juta akan diberikan untuk hakim. Atas alasan tersebut kemudian Chi Hoon Lee menyetujui dikarenakan jika uang yang diminta tidak diberikan, maka Tirza Angelica dan Chi Hoon Lee akan dituntut dan divonis tinggi," sambung Yopi.
Kata Yopi, korban Tirza Angelica dan Chi Hoon Lee menyerahkan uang muka (DP) sebesar Rp700 juta di Kantor PT Savana Animation & VFX melalui kuasa hukum keduanya yang ditunjuk oleh terdakwa Redy Zulkarnain yang dibuktikan dengan kwitansi seolah-olah itu sebagai pembayaran jasa kuasa hukum.
"Kemudian Redy Zulkarnain memberikan Didik sebesar Rp100 juta yang dibagi dengan Maria Sisca masing-masing Rp50 juta di lantai basement kantor PT Savana. Dan Rp100 juta diberikan kepada Rivaldo Valini, sedangkan sisanya diambil oleh Redy Zulkarnain," ungkapnya.
Sementara, Yopi membeberkan keterlibatan terdakwa Herdian Malda Ksatria yang saat itu menjabat sebagai Kasi Pidum Kejari Tangerang dalam kasus tersebut. Menurutnya, terdakwa Herdian turut meminta uang sebesar Rp300 juta kepada kedua korban dengan dalih membantu proses penangguhan penahanan.
Baca Juga: 5 Fakta Terbaru Kasus Sumpah Injak Al-Qur'an di Lebak: 2 Pelaku Resmi Ditahan di Lapas Rangkasbitung
"Saat itu terdakwa Herdian Malda Ksatria mengatakan 'perkara ini sebenarnya tidak bisa ditahan karena mengingat perkara ancaman pidananya berat'. Kemudian Aryo Seno (eks kuasa hukum Tirza dan Chi Hoon Lee) memohon untuk tetap dikabulkan permohonan penangguhan yang diajukan," ucap Yopi.
"Setelah 20 menit, terdakwa Herdian Malda Ksatria meminta Rp300 juta. Namun Aryo Seno merasa keberatan sehingga disepakati biaya penangguhan yang diminta sebesar Rp150 juta. Terdakwa Herdian Malda Ksatria memberikan uang kepada terdakwa Rivaldo Valini sebesar Rp75 juta, sedangkan sisanya Rp75 juta diambil oleh terdakwa Herdian Malda Ksatria," imbuhnya.
Dalam sidang tersebut, diketahui pula terdapat permintaan uang tambahan dalam berbagai tahap. Di antaranya permintaan uang sebesar Rp150 juta untuk mempersiapkan ahli IT dan ahli pidana oleh terdakwa Didik Feriyanto, permintaan uang sebesar Rp200 juta dengan dalih untuk Panitera Pengadilan Negeri Tangerang oleh terdakwa Maria Sisca dan permintaan uang sebesar Rp300 juta untuk meredam agar masalah tidak membesar oleh terdakwa Redy Zulkarnain.
"Terdakwa Redy Zulkarnain memperoleh keuntungan Rp725 juta, Rivaldo Valini Rp205 juta, Herdian Malda Ksatria Rp325 juta, Maria Sisca Rp75 juta dan Didik Feriyanto Rp100 juta," ucap Yopi.
Disampaikan Yopi, kasus pemerasan yang melibatkan tiga oknum jaksa di lingkungan Kejati Banten itu terungkap setelah PAM SDO (Pengamanan Sumber Daya Organisasi) Kejaksaan Agung melakukan operasi intelijen pada bulan November 2025 lalu.
Lanjut Yopi, dalam pemeriksaan tersebut, terdakwa Redy Zulkarnain mengaku telah menerima sejumlah uang dalam proses penanganan perkara yang menjerat Tirza Angelica dan Chi Hoon Lee dan telah mengembalikan uang dengan total Rp941 juta dari hasl memeras kepada kedua korban.
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Terbaru Kasus Sumpah Injak Al-Qur'an di Lebak: 2 Pelaku Resmi Ditahan di Lapas Rangkasbitung
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
-
Salah Kaprah Cara Bersumpah! MUI Ingatkan Adab Memuliakan Al-Qur'an Terkait Kasus di Malingping
-
WNA Pakistan Viral Mengamuk Pakai Bambu di Ciledug, Imigrasi Tangerang Ungkap Kondisinya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang
-
Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan
-
Bagi-Bagi Nasi Kotak di Pagebangan, Dede Rohana Ajak Ojol dan Warga Doakan Jurnalis di Selat Sunda
-
Doakan 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Arupadhatu 1 Segera Ditemukan, Warga Carita Larung Kerbau ke Laut