Eko Faizin
Rabu, 18 Maret 2026 | 11:34 WIB
Sejumlah pengendara mudik Lebaran saat beristirahat di tepi jalan Raya Tangerang-Serang menuju Merak. [Antara/Azmi Samsul M]
Baca 10 detik
  • Para pemudik sepeda motor memadati jalan arteri Tangerang-Serang menuju Pelabuhan Merak.
  • Pemotor tersebut memilih perjalanan pada malam hari lantaran untuk menghindari panas saat siang.
  • Mereka mudik di malam juga untuk mengejar waktu perjalanan ke lokasi penyeberangan lebih awal.

SuaraBanten.id - Ribuan pemudik sepeda motor yang melintasi jalan arteri Tangerang-Serang menuju Pelabuhan Merak pada Selasa (17/3/2026) malam atau H-4 Lebaran 2026 memilih waktu perjalanan di malam hari untuk sampai ke kampung halaman.

Hal tersebut terpaksa dilakukan para pengendara, karena untuk menghindari kelelahan selama perjalanan bila dibandingkan dengan waktu siang hari yang dinilai lebih menguras tenaga.

Bagas (30), salah satu pemudik asal Lampung, menuturkan bahwa ia beserta rekannya memilih mudik di malam untuk mengejar waktu perjalanan ke lokasi penyeberangan lebih awal.

"Selain untuk menghindari panas di waktu siang atau pagi hari. Saya berangkat malam ini karena mengejar perjalanan kapal di Pemabuhan Merak," katanya kepada Antara.

Menurut dia, meski perjalanan di waktu malam hari berbahaya dari resiko penerangan jalan, akan tetapi pilihan itu menjadi solusi utama untuk mengejar jadwal penyebrangan agar bisa segera sampai ke kampung halaman.

"Soalnya kalau tidak sekarang, nanti ketinggalan kapal. Karena tiket sudah di beli dan jadwalnya nanti dini hari sudah berangkat," ungkap dia.

Selain itu, sejumlah pemudik sepeda motor yang mendominasi lalu lintas di periode mudik Lebaran melalui jalur arteri Tangerang ini juga terpantau melakukan peristirahatan di pinggir jalan ketimbang di posko yang disediakan pemerintah daerah dan kepolisian.

Pantauan Antara, di KM 15, jalan Raya Serang-Jakarta tepatnya gerbang kawasan Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, pukul 22.25 WIB terlihat para pengendara sepeda motor memadati tepian jalan tersebut.

Para pengendara itu, beristirahat untuk memulihkan kondisi fisik dan sekaligus menunggu rekan yang masuk dalam rombongan pemudik Lebaran untuk menuju Pulau Sumatera.

Diungkapkan Lestari (24), pemudik asal Palembang memilih untuk beristirahat di tepian jalan dengan kondisi kepadatan lalu lintas yang tinggi. Langkah itu terpaksa dilakukan untuk mempercepat waktu, sebab perjalanan yang akan dilaluinya cukup panjang.

"Saya naik motor, rutenya dari Jakarta, Tangerang, terus ke Ciwandan. Sengaja naik motor biar lebih efisien, apalagi saya baru dapat cuti kerja hari ini," ungkapnya.

Sebelum berangkat mudik, Lestari melakukan sejumlah treatment khusus agar sehat dan selamat sampai tujuan. Di mana, ia akan beristirahat beberapa jam sebelum keberangkatan pulang kampung.

"Yang pasti harus istirahat yang cukup. Terus jangan lupa cek kendarannya. Kalau saya service dulu seminggu sebelum berangkat. Saya juga bawa teman bisa gantian bawa motor kalau nanti lelah," kata dia.

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang, Polda Banten, memprediksi puncak kepadatan arus lalu lintas kendaraan pada masa mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukumnya itu terjadi pada 18 Maret 2026.

Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli Lalu Lintas (Turjawali) Polresta Tangerang, Iptu Asep Dedi Budiman menyampaikan bahwa berdasarkan hasil rapat kordinasi lintas bahwa lonjakan arus mudik untuk periode saat ini akan terjadi peningkatan cukup signifikan.

Load More