- ASDP memberikan kebijakan tiket hangus Ferizy dapat digunakan pemudik di Merak meskipun jadwal terlewati.
- Pemudik di Pelabuhan Merak mendapat toleransi penggunaan tiket delapan jam sebelum sampai dua belas jam setelah jadwal.
- Pembatasan jarak pembelian tiket online atau geofencing dihapus ASDP untuk mencegah praktik percaloan selama arus mudik.
SuaraBanten.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan kebijakan aturan tiket hangus atau expired Ferizy bagi pemudik di Pelabuhan Merak.
Kebijakan khusus ini diberikan bagi penumpang yang terimbas kondisi lalu lintas, sehingga tetap dapat melakukan perjalanan meski tiba lebih awal atau melebihi jadwal keberangkatan yang tertera di tiket.
Sekedar informasi, sebelumnya tiket kapal feri ASDP terikat jadwal masuk pelabuhan dan jadwal keberangkatan tertentu.
Sistem ini dibuat untuk mengatur kepadatan kendaraan dan penumpang agar tidak terjadi penumpukan ekstrem di area pelabuhan, terutama di lintasan padat seperti Merak - Bakauheni.
Selain itu, aturan check-in dan boarding juga sudah ditentukan dengan batas waktu jelas. Sistem antrean di pelabuhan bukan lagi “first come, first served”, melainkan berdasarkan slot waktu yang tertera pada tiket sehingga bisa membuat tiket hangus bila terjadi keterlambatan sedikit saja dari jadwal yang tertera pada tiket.
Direktur Utama (Dirut)ASDP, Heru Widodo mengatakan, para pemudik yang akan menyebrang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak akan mendapatkan toleransi H-8 dan H+12 pemberangkatan dari jadwal yang tertera pada tiket masing-masing.
Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan layanan publik tetap berjalan dengan baik, terutama pada saatnya masyarakat menghadapi situasi yang tidak terduga di momen arus mudik Lebaran 2026.
"Nanti tidak perlu khawatir kalau nanti misalnya terjadi keterlambatan kedatangan (karena macet), termasuk misalnya datang terlalu cepat datang sampai sini (Pelabuhan Merak) karena jalan lengang. Itu kita berikan dispensasi," kata Heru di Pelabuhan Merak, Senin (16/3/2026).
"Jadi jam H-8 sampai nanti jam H+12. Jadi keberangkatan ditambah 12 jam (dari jadwal di tiket), itu masih dipakai, atau 8 jam sebelum keberangkatan (sesuai jadwal tiket) juga sudah bisa dipakai tiketnya," imbuhnya.
Baca Juga: Ogah Macet-Macetan, Pemudik Motor Pilih Lawan Terik Matahari di Ciwandan
Selain itu, disampaikan Heru, pihaknya telah menghapus pembatasan jarak pembelian tiket secara online atau geofencing selama arus mudik Lebaran 2026 agar para pemudik bisa membeli tiket di manapun.
Sebelumnya, ASDP memberlakukan teknologi geofencing dalam pembelian tiket online. Di mana, para pelanggan diwajib mengaktifkan lokasi sebagai syarat reservasi tiket sehingga tiket hanya bisa dibeli secara online dari radius jarak 4-5 kilometer dari Pelabuhan Merak.
Diakui Heru, penghapusan geofencing atau jarak pembelian tiket kapal feri secara online dilakukan agar para pemudik tidak melakukan pembelian tiket melalui calo yang dapat merugikan.
"Kita sudah enggak ada geofencing gitu lagi. Jadi sekarang masyarakat bisa memesan (tiket) di mana pun. Yang penting kami ingin memastikan bahwa tiket yang dibeli ini secara mandiri dan secara online, jangan melalui perantara atau calo," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Ogah Macet-Macetan, Pemudik Motor Pilih Lawan Terik Matahari di Ciwandan
-
Pungli Tiket di Ciwandan Terbongkar! GM ASDP Nonaktifkan Petugas dan Tegur Vendor
-
Ogah Terjebak Macet Horor, Ribuan Pemudik Motor 'Serbu' Pelabuhan Ciwandan Lebih Awal
-
Arus Mudik Lebaran: Jalur Tol Jakarta-Merak Masih Ramai Lancar
-
Ribuan Warga di 18 Kelurahan Cilegon Dapat Sembako, 250 Orang Ikut Mudik Gratis
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang