- Tukang ojek Al Amin (43) ditetapkan tersangka kecelakaan tewaskan penumpang di Pandeglang pada Selasa (27/1/2026).
- Kecelakaan terjadi saat Al Amin hindari jalan berlubang, mengakibatkan penumpang terpental dan terlindas ambulans.
- Al Amin berharap kasus ini diselesaikan kekeluargaan karena dampaknya menghentikan nafkah dan pendidikan anaknya.
SuaraBanten.id - Kisah pilu seorang tukang ojek pangkalan (opang), Al Amin Maksum (43), warga Pasir Bunut, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, kini menjadi sorotan publik.
Niatnya mencari nafkah di dekat Gedung Graha Pancasila justru harus menyeretnya berurusan dengan hukum. Ia ditetapkan sebagai tersangka atas kecelakaan sepeda motor yang menewaskan penumpangnya, Khairi Rafi siswa SDN 1 Pandeglang.
Namun, Al Amin minta kasusnya dihentikan karena merasa insiden itu terjadi karena jalan berlubang, bukan murni kelalaiannya.
Al Amin masih seolah tak percaya bahwa dirinya harus jadi tersangka. Ia terjatuh saat mencoba menghindari jalan berlubang di Kampung Gardu Tanjak, Kecamatan Pandeglang atau tepat di depan Hotel Pandeglang Raya pada Selasa (27/1/2026) lalu.
Nahas, tubuh korban Khairi Rafi justru terpental ke badan jalan dan terlindas sebuah mobil ambulans desa siaga yang muncul dari belakang dari arah bersamaan. Akibatnya, korban Khairi dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara Al Amin mengalami luka-luka.
Korban Khairi Rafi meninggal di tempat setelah terpental ke badan jalan dan terlindas sebuah mobil ambulans desa siaga yang datang dari belakang arah bersamaan dengan sepeda motor Al Amin.
Al Amin bercerita, dirinya terpaksa harus menjadi tukang ojek selama hampir 15 tahun karena tidak memiliki pekerjaan lain. Hal itu dilakukannya untuk tetap bisa menopang perekonomian istri dan ketiga anaknya meski dalam keterbatasan. Sementara sang istri hanya seorang ibu rumah tangga.
Menurut Al Amin, dirinya mulai menekuni pekerjaan sebagai tukang ojek setelah salah seorang saudaranya berbaik hati meminjamkan sepeda motor berjenis Honda Revo kepada dirinya untuk dipakai mencari uang dengan perjanjian setoran Rp300 ribu per bulan.
"Jadi ojek sudah 15 tahun. Motor punya saudara saya, jadi saya setoran sehari Rp10ribu. Dari ngojek kadang dapat Rp70 ribu, kadang Rp50 ribu sehari. Dipotong setoran, terus bensin, sisanya dikasih ke istri," ungkap Al Amin saat ditemui di kediamannya, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Nyawa Siswa SD Melayang Akibat Lubang, Jalan Gardu Tanjak Pandeglang Masih Terbengkalai
Memiliki 3 anak, diakui Al Amin tak jarang membuat dirinya harus makan seadanya karena penghasilannya sebagai tukang ojek relatif kecil. Terlebih bila kedua putranya yang bersekolah di tingkat SMA dan SMP tengah membutuhkan biaya untuk sekolah.
"Anak 3, yang pertama pesantren, yang kedua SMP, ketiga belum sekolah," ujarnya.
Saat ini, Al Amin beserta keluarganya tinggal di sebuah rumah berukuran 6x6 hasil mendapatkan bantuan program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari pemerintah pada tahun 2018 silam.
Saat ini kondisinya cukup memprihatinkan karena terlihat masih belum jadi. Kondisi dindingnya masih berupa semen dan bata merah yang sangat terlihat. Bagian ruang tamu pun hanya sebagian yang sudah disemen, selebihnya masih tanah.
Tersedia 2 kamar tidur yang belum memiliki pintu, hanya kain sarung yang diubah menjadi layaknya sebuah pintu. Sementara bagian dapur masih menggunakan kayu bakar untuk memasak dengan beralaskan tanah.
Setelah kejadian kecelakaan yang menimpa dirinya, Al Amin bukan saja sudah tidak bisa ngojek kembali karena sepeda motornya masih tertahan di kantor polisi, namun juga terancam bayang-bayang penjara usai keluarga korban melaporkannya.
Berita Terkait
-
Nyawa Siswa SD Melayang Akibat Lubang, Jalan Gardu Tanjak Pandeglang Masih Terbengkalai
-
Gugat Gubernur Banten Karena Jalan Rusak, Pemprov Siap Hadapi Tukang Ojek Pandeglang
-
Polda Banten Luruskan Status Tukang Ojek di Pandeglang: Belum Tersangka, Masih Penyelidikan
-
Lawan Balik! Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Tukang Opang di Pandeglang Gugat Gubernur dan Bupati
-
Tukang Ojek di Pandeglang Jadi Tersangka Usai Penumpang Tewas Akibat Jalan Berlubang
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang