- Diskusi JPC awal 2026 bahas tiga penyebab utama banjir Cilegon: sedimentasi rel KA, lemahnya pengawasan tambang, dan tata kawasan industri.
- Normalisasi saluran bawah rel kereta api oleh PT KAI menjadi prioritas jangka pendek, diikuti rencana induk penanganan banjir komprehensif.
- Penyelesaian jangka panjang memerlukan penataan kembali bekas tambang serta pelibatan industri besar dalam pembangunan tandon air terpadu.
SuaraBanten.id - Bencana banjir yang kembali melumpuhkan sejumlah wilayah di Kota Cilegon pada awal tahun 2026 mendorong Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC) untuk menggelar sebuah diskusi publik yang 'menguliti' akar permasalahan.
Diskusi bertajuk 'Mencari Solusi Komprehensif Banjir di Kota Cilegon' ini secara gamblang membahas tiga penyebab utama banjir Cilegon.
Mulai dari sedimentasi di bawah rel kereta api, lemahnya pengawasan tambang, hingga dampak dari penataan kawasan industri.
Di tengah fokus pada normalisasi sungai, Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Banjir Kota Cilegon, Syafrudin, mengungkap saluran air di bawah perlintasan kereta api perlu dilakukan penanganan.
Menurut pria yang juga menjabat Asda III Pemkot Cilegon ini, kondisi di titik-titik ini sudah sangat mengkhawatirkan.
"Kondisinya sudah sempit, dangkal, kita pastikan KAI juga menormalisasi saluran di bawah rel kereta api," kata mantan Plt Bappeda Kota Cilegon itu.
Penyempitan dan pendangkalan di gorong-gorong ini menghambat laju air dan memicu luapan ke pemukiman warga. Koordinasi lintas sektor dengan PT KAI kini menjadi salah satu prioritas jangka pendek.
Syafrudin selaku perwakilan pemerintah sepakat bahwa solusi parsial tidak cukup. Ia menegaskan komitmen untuk menyusun sebuah rencana induk yang menyeluruh.
"Sepakat Cilegon harus perbanyak tandon, itu jangka panjang. Jangka pendek kita normalisasi kali ya, dengan pasukan biru... Untuk jangka Panjang, saluran air kita seperti apa, atau membuat tangkapan-tangkapan air seperti tandon. Ini kita sepakat buat grand desain secara komperehensif seperti apa," ujarnya.
Baca Juga: Niat Bela Teman dari Aksi Bullying, Pelajar SMK di Anyer Tewas Ditusuk Saat Tolak Permintaan Maaf
Sementara itu, Tokoh Masyarakat sekaligus Pemerhati Lingkungan, Muhammad Ibrohim Aswadi, menyoroti biang kerok di wilayah hulu yang salah satunya aktivitas pertambangan.
"Kata kuncinya dalam konteks pengawasan yang extra ordinary, lantas setelah dilakukan penambangan ada kewajiban ditata kembali cekungan-cekungan yang besar, ada kewajiban-kewajiban," jelasnya.
Ia bahkan membandingkannya dengan praktik pertambangan di daerah lain yang lebih tegas dan memikirkan kondisi lokasi bekas pertambangan.
"Bahkan di Yogyakarta penambang pasir sebelum menambang harus memberikan jaminan ke pemerintah daerah, agar setelah penambangan tidak kabur, dan undang-undang mengatur itu," tegasnya.
Tokoh Masyarakat lainnya, Sanudin menyinggung soal penataan kawasan industri. Menurutnya, pembangunan tandon atau long water storage tidak akan efektif jika industri-industri besar tidak diajak bicara dan ikut bertanggung jawab.
"Pemerintah daerah harus membangun tandon anggarannya besar, ada pemerintah daerah, ada industri tambang dan industri produk di hilir dan masyarakat di tengah," katanya.
Berita Terkait
-
Niat Bela Teman dari Aksi Bullying, Pelajar SMK di Anyer Tewas Ditusuk Saat Tolak Permintaan Maaf
-
Teken MoU dengan Pemkot Cilegon, Krakatau Steel Bahas Akses Pelabuhan Hingga KEK
-
Klaim Didukung Wagub, Robinsar Siap Tutup Tambang Ilegal di Cilegon
-
Pemkot Cilegon Didesak Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
-
Motif Pelaku Tega Habisi Nyawa Bocah 9 Tahun di Cilegon: Berawal dari Bel Rumah yang Tak Terjawab
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Hujan Dua Hari Picu Longsor Cisarua, BRI Peduli Bergerak Cepat Bantu Warga Terdampak
-
TangerangFast, Solusi Digital untuk Aktivitas Harian Warga PIK
-
3 Akar Masalah Banjir Cilegon: dari Rel Kereta Hingga Industri, Ini Solusi Penyelesaiannya
-
24 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Tangerang, Siapkan Lamaran!
-
BRI Perkuat Human Capital Lewat BRILiaN Future Leader Program Specialist 2026