- Pelajar SMK bernama Fadel Alif Muhamad (16) tewas ditusuk saat membela temannya dari intimidasi di Anyer, Serang, Banten.
- Peristiwa terjadi pada Selasa malam (27/1/2025) ketika korban mencoba mencegah pemaksaan perekaman permintaan maaf temannya.
- Pelaku utama, BR, menusuk korban berkali-kali dengan pisau setelah terjadi cekcok, kini kasusnya ditangani Polres Cilegon.
SuaraBanten.id - Aksi solidaritas dan kesetiakawanan di kalangan remaja kembali berujung pada tragedi memilukan. Seorang pelajar SMK Pariwisata Al-Khairiyah Tambang Ayam Anyer, Fadel Alif Muhamad (16), harus meregang nyawa dengan cara yang tragis.
Remaja yang dikenal setia kawan ini tewas usai ditusuk saat mencoba membela temannya yang tengah mendapat perlakuan perundungan (bullying) dan intimidasi.
Peristiwa berdarah ini terjadi di Jalan Lingkar Prapatan Ciendut, Desa Bunihara, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten pada Selasa (27/1/2025) malam.
Kejadian ini sontak membuat geger warga setempat dan menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan di Banten.
Fadel gugur bukan karena tawuran massal, melainkan karena keberaniannya melindungi harga diri sahabatnya.
Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden ini bermula dari masalah sepele khas remaja yang dibesar-besarkan.
Kanit Reskrim Polsek Anyer, Ipda Wangsa, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban tengah nongkrong santai bersama temannya berinisial BL.
Tiba-tiba, mereka didatangi oleh terduga pelaku BR dan temannya berinisial NL.
Konflik dipicu oleh tudingan bahwa BL telah menjelek-jelekan NL di depan teman perempuannya. Merasa bersalah, BL sebenarnya sudah menunjukkan itikad baik dengan mengaku salah dan mencoba meminta maaf.
Namun, pihak NL tampaknya belum puas dan ingin melakukan intimidasi digital secara langsung.
Baca Juga: 4 Surga Wisata Alam di Lebak dan Pandeglang yang Wajib Masuk 'Bucket List' Kamu
"Selanjutnya ini saudara NL ini minta klarifikasi saudara BL untuk minta maaf sambil memvideokan agar diviralkan," kata Ipda Wangsa dalam keterangannya, Rabu (28/1/2025).
Melihat temannya dipojokkan dan hendak dipermalukan melalui rekam jejak digital, darah muda Fadel mendidih. Ia tidak terima sahabatnya diperlakukan semena-mena. Permintaan untuk merekam video permintaan maaf tersebut dianggap sudah keterlaluan.
"Korban ini turun dari motor dan emosi membela kawannya," ujar Ipda Wangsa.
Terduga pelaku BR yang berada di lokasi ikut terpancing emosi melihat perlawanan Fadel. Cekcok mulut pun tak terhindarkan, situasi di Jalan Lingkar Prapatan Ciendut malam itu berubah menjadi arena pertarungan yang tidak seimbang.
Eskalasi konflik meningkat cepat. Kata-kata kasar yang terlontar memicu adrenalin yang tak terkontrol. Namun, yang tidak disangka korban, lawannya telah mempersiapkan senjata mematikan.
"Korban emosi mau membela kawannya, dan tidak lama datang saudara BR, sempat cekcok. Lalu ada kata-kata yang dikeluarkan BR ke korban, dan ribut lah. Saudara BR ini mengeluarkan sebilah pisau dari saku jaketnya dan langsung menusuk korban beberapa kali hingga membuat korban terkapar di sisi bahu jalan," terang Ipda Wangsa.
Tag
Berita Terkait
-
4 Surga Wisata Alam di Lebak dan Pandeglang yang Wajib Masuk 'Bucket List' Kamu
-
Harga Gula Aren Lebak Mulai Meroket Jelang Ramadan 2026, Omzet Pedagang Tembus Rp30 Juta Sehari
-
Syarat Masuk Sampah Tangsel ke Cilowong: Warga Minta CSR Rp1 Miliar dan Ambulans
-
Piring Nasi Terancam! Ratusan Hektare Sawah di Lebak Terancam Puso, Petani Hanya Bisa Pasrah
-
Siapa Pelakunya? Teka-teki Pembongkaran Makam Warga di Jawilan, Polisi Buru Jejak yang Tertinggal
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September