Andi Ahmad S
Rabu, 28 Januari 2026 | 18:51 WIB
Ilustrasi perundungan atau Pelajar SMK di Anyer Tewas Ditusuk Saat Tolak Permintaan Maaf . [Ist]
Baca 10 detik
  • Pelajar SMK bernama Fadel Alif Muhamad (16) tewas ditusuk saat membela temannya dari intimidasi di Anyer, Serang, Banten.
  • Peristiwa terjadi pada Selasa malam (27/1/2025) ketika korban mencoba mencegah pemaksaan perekaman permintaan maaf temannya.
  • Pelaku utama, BR, menusuk korban berkali-kali dengan pisau setelah terjadi cekcok, kini kasusnya ditangani Polres Cilegon.

SuaraBanten.id - Aksi solidaritas dan kesetiakawanan di kalangan remaja kembali berujung pada tragedi memilukan. Seorang pelajar SMK Pariwisata Al-Khairiyah Tambang Ayam Anyer, Fadel Alif Muhamad (16), harus meregang nyawa dengan cara yang tragis.

Remaja yang dikenal setia kawan ini tewas usai ditusuk saat mencoba membela temannya yang tengah mendapat perlakuan perundungan (bullying) dan intimidasi.

Peristiwa berdarah ini terjadi di Jalan Lingkar Prapatan Ciendut, Desa Bunihara, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten pada Selasa (27/1/2025) malam.

Kejadian ini sontak membuat geger warga setempat dan menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan di Banten.
Fadel gugur bukan karena tawuran massal, melainkan karena keberaniannya melindungi harga diri sahabatnya.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, insiden ini bermula dari masalah sepele khas remaja yang dibesar-besarkan.

Kanit Reskrim Polsek Anyer, Ipda Wangsa, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban tengah nongkrong santai bersama temannya berinisial BL.

Tiba-tiba, mereka didatangi oleh terduga pelaku BR dan temannya berinisial NL.

Konflik dipicu oleh tudingan bahwa BL telah menjelek-jelekan NL di depan teman perempuannya. Merasa bersalah, BL sebenarnya sudah menunjukkan itikad baik dengan mengaku salah dan mencoba meminta maaf.

Namun, pihak NL tampaknya belum puas dan ingin melakukan intimidasi digital secara langsung.

Baca Juga: 4 Surga Wisata Alam di Lebak dan Pandeglang yang Wajib Masuk 'Bucket List' Kamu

"Selanjutnya ini saudara NL ini minta klarifikasi saudara BL untuk minta maaf sambil memvideokan agar diviralkan," kata Ipda Wangsa dalam keterangannya, Rabu (28/1/2025).

Melihat temannya dipojokkan dan hendak dipermalukan melalui rekam jejak digital, darah muda Fadel mendidih. Ia tidak terima sahabatnya diperlakukan semena-mena. Permintaan untuk merekam video permintaan maaf tersebut dianggap sudah keterlaluan.

"Korban ini turun dari motor dan emosi membela kawannya," ujar Ipda Wangsa.

Terduga pelaku BR yang berada di lokasi ikut terpancing emosi melihat perlawanan Fadel. Cekcok mulut pun tak terhindarkan, situasi di Jalan Lingkar Prapatan Ciendut malam itu berubah menjadi arena pertarungan yang tidak seimbang.

Eskalasi konflik meningkat cepat. Kata-kata kasar yang terlontar memicu adrenalin yang tak terkontrol. Namun, yang tidak disangka korban, lawannya telah mempersiapkan senjata mematikan.

"Korban emosi mau membela kawannya, dan tidak lama datang saudara BR, sempat cekcok. Lalu ada kata-kata yang dikeluarkan BR ke korban, dan ribut lah. Saudara BR ini mengeluarkan sebilah pisau dari saku jaketnya dan langsung menusuk korban beberapa kali hingga membuat korban terkapar di sisi bahu jalan," terang Ipda Wangsa.

Load More