Andi Ahmad S
Minggu, 25 Januari 2026 | 21:32 WIB
Ilustrasi gula aren. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Menjelang Ramadan 2026, gula aren organik dari Lebak, Banten mengalami kenaikan harga signifikan dari Rp200.000 menjadi Rp250.000 per toros.
  • Aktivitas perdagangan gula aren di Lebak meningkat drastis, memicu *panic buying* oleh pengecer dari luar daerah seperti Bogor dan Serang.
  • Kenaikan permintaan komoditas strategis ini meningkatkan omzet penampung hingga dua kali lipat, mendukung 11.000 unit usaha pengrajin lokal.

SuaraBanten.id - Aroma bulan suci Ramadan 2026 sudah mulai tercium, dan dampaknya langsung terasa di sektor ekonomi kerakyatan.

Komoditas si manis andalan Lebak, Banten, yakni gula aren, dilaporkan mengalami lonjakan harga yang signifikan seiring dengan permintaan yang menggila.

Di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang dikenal sebagai sentra produksi gula aren organik terbaik, aktivitas perdagangan meningkat drastis.

Para penampung dan bandar gula aren kini kewalahan melayani pesanan yang datang bertubi-tubi, bukan hanya dari pasar lokal, tetapi juga dari luar daerah seperti Bogor dan Serang.

Fenomena panic buying di kalangan pengecer mulai terjadi demi mengamankan stok sebelum harga melambung lebih tinggi.

Kenaikan harga ini bukan isapan jempol. Di pasaran, harga gula aren per toros (satu kemasan berisi lima ikat/hulu) telah terkerek naik.

Jika sebelumnya dibanderol Rp200.000, kini harganya sudah menyentuh angka Rp250.000 per toros.

Meski harga naik, cuan alias keuntungan justru mengalir deras ke kantong para penampung. Fahri (60), salah satu penampung gula aren senior di Jalan Sunankalijaga, Rangkasbitung, mengungkapkan betapa fantastisnya perputaran uang saat ini.

"Kami sekarang bisa menghasilkan omzet pendapatan naik dua kali lipat yang biasanya Rp15 juta kini menjadi Rp30 juta per hari," kata Fahri, Senin (25/1/2026).

Baca Juga: Syarat Masuk Sampah Tangsel ke Cilowong: Warga Minta CSR Rp1 Miliar dan Ambulans

Lonjakan ini dipicu oleh prediksi pasar. Para pengecer dari luar daerah sengaja memborong stok sekarang karena mereka memprediksi tiga pekan ke depan dipastikan harga melonjak lebih gila lagi saat mendekati hari H puasa.

Maman (60), penampung lain di Pasar Rangkasbitung, menjelaskan rahasia kualitas produk daerahnya.

"Sebab , produksi gula aren Kabupaten Lebak memiliki kelebihan yakni organik tanpa kimia, sebab pepohonan nira atau kaung tumbuh di pegunungan dan perbukitan," jelasnya.

Kualitas premium inilah yang membuat gula aren Lebak menjadi bahan wajib untuk aneka kerajinan makanan Ramadan, mulai dari kolak, es jus kekinian, dodol, hingga bolu. Maman pun harus memutar otak mengatur stok.

"Menjelang Ramadhan kami bisa menghasilkan omzet Rp20 juta dari sebelumnya Rp10 juta per hari. Kami kini menyetok 5 ton dari sebelumnya hanya 3 ton, karena permintaan cenderung meningkat," katanya.

Kenaikan permintaan ini menjadi angin segar bagi ekonomi daerah. Pelaksana tugas (Plt) Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyebutkan bahwa gula aren adalah komoditas strategis yang menghidupi ribuan keluarga.

Load More