- Komisi VI DPR RI meninjau langsung PT Krakatau Steel pasca suntikan dana Danantara Rp4,93 triliun untuk transformasi perusahaan.
- DPR RI mengawal penguatan Krakatau Steel sebagai tulang punggung industri baja nasional dan meminta larangan impor baja.
- Dana pinjaman telah digunakan mayoritas untuk pembelian bahan baku guna mendukung peningkatan kapasitas operasional Perseroan.
SuaraBanten.id - Komisi VI DPR RI menyoroti transformasi PT Krakatau Steel dan larangan impor baja usai disuntik pinjaman Danantara sebesar Rp4,93 triliun. Hal tersebut diketahui saat kunjungan kerja para legislator senayan bersama Danantara Asset Management dan Badan Pengaturan BUMN ke pabrik baja terbesar se-Asia Tenggara itu.
Kunjungan DPR RI ke PT Krakatau Steel ini dilakukan untuk meninjau langsung perkembangan operasional usaha sekaligus progres revitalisasi fasilitas produksi Perseroan.
Wakil Ketua DPR RI, Nurdin Halid mengungkapkan, kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan PT Krakatau Steel sebagai industri baja nasional, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan DPR RI sebagai tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Krakatau Steel pada awal Februari lalu.
"Komisi VI DPR RI akan terus mengawal kinerja Perseroan agar semakin kuat dan mampu menjadi tulang punggung industri baja nasional," katanya, Kamis 12 Maret 2026.
Bersama Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid mengepresiasi kinerja Perseroan yang pada tahun ini melakukan penguatan restrukturisasi untuk melanjutkan transformasi perusahaan yang dinilai berhasil selama 2025.
"Capaian kinerja dan langkah transformasi Perseroan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat industri strategis nasional," ungkap Nurdin Halid.
Ia menegaskan, dalam RDP tersebut Komisi VI DPR RI meminta pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, untuk tidak menerbitkan Persetujuan Teknis (Pertek) impor baja selama kebutuhan dalam negeri masih dapat dipenuhi oleh industri baja nasional.
Sebagai upaya transformasi bisnis Perseroan, Badan Pengelola Investasi Danantara telah menyalurkan fasilitas Pinjaman Pemegang Saham (Shareholder Loan/SHL) kepada Krakatau Steel senilai Rp4,93 triliun untuk memperkuat likuiditas dan mendukung peningkatan kapasitas operasional.
Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan mengungkapkan, hingga minggu pertama Maret 2026, dana SHL yang telah ditarik mencapai Rp4,367 triliun.
Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Mengguncang Senayan, Ungkap Janji 7 Kilang Hanya 'Nol Besar'
Kata dia, sebagian besar dana dimanfaatkan untuk pembelian bahan baku produksi sekira 477.000 ton senilai Rp4,050 triliun dengan sekitar 40 persen material telah tiba untuk mendukung produksi Perseroan.
Fasilitas pembiayaan tersebut juga mendukung pelaksanaan program transformasi perusahaan, termasuk program Golden Handshake senilai Rp91 miliar.
Pria yang menjabat Chairman Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) itu juga menjelaskan sisa fasilitas sebesar Rp849 miliar akan dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya dalam Perjanjian SHL.
Pada kesempatan tersebut, Akbar Djohan menekankan pentingnya penguatan ekosistem industri baja nasional yang terintegrasi guna menghadapi dinamika geopolitik global serta meningkatnya persaingan industri baja dunia.
"Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri baja nasional yang lebih tangguh, efisien, dan berdaya saing global," tutup Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).
Berita Terkait
-
Menteri Keuangan Purbaya Mengguncang Senayan, Ungkap Janji 7 Kilang Hanya 'Nol Besar'
-
Inovasi Baja Modular Krakatau Steel Jadi Solusi Cepat Bangun 6.000 Dapur MBG
-
Intip Penampakkan Rumah Modular Tahan Gempa di Cilegon Produksi PT Krakatau Steel
-
Sambangi PT Krakatau Steel, Menko Perekonomian: Industri Baja Butuh Kebijakan Terintegrasi
-
Sistem Manajemen Energi Krakatau Steel, Sejarah dan Keterkaitan dengan Presiden Soekarno
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu