- Mahasiswa LSPR melalui program 'The Story Of Buniayu' mendampingi pengrajin anyaman bambu di Tangerang.
- Pendampingan tersebut fokus pada pelatihan pemasaran digital dan pengembangan produk anyaman menuju tren fashion.
- Program ini menargetkan pemasaran internasional anyaman Buniayu, termasuk rencana pameran di Malaysia.
SuaraBanten.id - Anyaman bambu Desa Buniayu, Kabupaten Tangerang, Banten menjadi salah satu anyaman yang bakal didorong untuk dipasarkan ke tingkat internasional.
Mahasiswa London School of Public Relations (LSPR) menjadi salah satu pihak yang berupaya mewujudkan pemasaran anyaman Buniayu Tangerang ke tingkat Internasional.
Lewat program ‘The Story Of Buniayu’ mahasiswa LSPR mendampingi warga yang secara turun temurun berpenghasilan lewat memproduksi anyaman bambu.
Pendiri Saung Bakul Buniayu, Mardani mengatakan, masyakat Buniayu konsisten memproduksi anyaman sebagai salah satu mata pencaharian dan melestarikan budaya. Namun, ia mengakui pemasaran produk melalui platform digital masih sangat kurang.
“Karena memang pengrajin yang ada di Buniayu ada di rentang usia 35-50 tahun,” katanya.
Lewat program ‘ The Story of Buniayu’ ini, kata Mardani, anak-anak muda di bekali pelatihan pemasaran secara digital.
“Untuk yang hadir hari ini yang hadir anak, cucunya para pengrajin sehingga untuk mengembangkan dan menjadikan pasar digital sebagai salah satu cara penjualan,” ungkapnya.
Selain pelatihan penjualan secara digital, masyarakat Buniayu juga diarahkan untuk membuat produk anyaman yang lebih ke arah fashion.
“Awalnya kita hanya produk anyaman berupa alat rumah tangga jenisnya bisa mencapai 20 produk. Tapi sekarang kita buat anyaman yang lebih ke fashion, dan sekarang malah lebih jadi best seller,” paparnya.
Baca Juga: Tanggapi Penolakan Sampah Tangsel, Sekda Banten: Kota Serang Harus Diskusi dengan Warga
“Kami diberi masukan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan pemasaran hingga tingkat internasional mudah-mudahan terwujud,” imbuhnya.
Mardani mengungkapkan mata pencaharian masayarakat Buniayu mayoritas petani dan pengrajin anyaman bambu. Dengan adanya digitalisasi penjualan ia mengaku terjadi peningkatan penjualan.
“Kami masih minim pengambilan gambar dan video, dengan bantuan mahasiswa LSPR ini kami sangat terbantu. Untuk penjualan kami di lokal terjauh sampai IKN, ada juga handcary hingga ke Turki, dengan adanya digitalisasi omset meningkat dari Rp 2-3 juta kini Rp5-7 juta perbulan,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Story Of Buniayu, Moza Febrianita mengungkapkan, melalui The Story of Buniayu, pihaknya ingin mendorong penguatan UMKM serta keberlanjutan produk tradisional Indonesia melalui pelatihan digital dan pengembangan desain produk.
"Melalui rangkaian kegiatan International Mentoring and Workshop Programme (IMWP) 2026, produk anyaman bambu Desa Buniayu akan diperkenalkan ke Malaysia," ucap Moza.
Dalam proses pendampingan, mahasiswa bekerja langsung bersama para pengrajin Saung Bakul Buniayu dan Penggerak Saung Bakul Buniayu, yaitu Kang Dhany.
Berita Terkait
-
Tanggapi Penolakan Sampah Tangsel, Sekda Banten: Kota Serang Harus Diskusi dengan Warga
-
4 Spot Wisata Kuliner Hits di Tangsel yang Wajib Kamu Coba Akhir Pekan Ini
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel
-
TPAS Cilowong Tutup buat Tangsel, Tapi Aman buat Pemkab Serang; Ada Apa dengan Sampah Tetangga?
-
Bakar Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Masuk Penjara? Ini Penjelasannya
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi
-
Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif
-
ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi
-
Mencari Penyebab KMP Batumandi Terbakar, Awak Kapal hingga Penumpang Diperiksa