Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:32 WIB
Ilustrasi Pembelajaran coding dan robotik. [ist]
Baca 10 detik
  • Diskominfo Tangsel bersama GPS mengadakan pelatihan keterampilan digital bagi pemuda masjid di Pamulang pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
  • Program pelatihan terstruktur tersebut berfokus pada materi pemrograman komputer serta produksi konten digital yang relevan dengan industri kreatif.
  • Inisiatif ini bertujuan meningkatkan daya saing SDM lokal agar pemuda masjid mampu menciptakan inovasi dan membangun ekosistem digital positif.

SuaraBanten.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan menggandeng Gerakan Pejuang Subuh (GPS) untuk menghelat program pelatihan keterampilan digital yang menyasar kalangan pemuda masjid.

Kegiatan ini dirancang secara terstruktur dalam tiga kali pertemuan di sejumlah masjid yang tersebar di wilayah Pamulang.

Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin, menjelaskan bahwa inisiatif ini diambil sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas generasi muda agar tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi informasi yang kian masif.

"Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemuda masjid agar tak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya dan inovasi," ujar Tb. Asep Nurdin di Pamulang, Sabtu (24/10/2026).

Lebih lanjut, Tb. Asep Nurdin menguraikan bahwa pembekalan teknis yang diberikan berfokus pada bidang-bidang esensial yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif digital masa kini, termasuk pemrograman komputer (coding) dan produksi konten digital.

Menurutnya, penguasaan materi tersebut memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pengembangan kapasitas individu sekaligus memperluas peran positif generasi muda di ruang publik daring.

"Melalui pelatihan coding dan konten digital, peserta dibekali keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri hingga menyebarkan informasi positif di ruang digital," ungkap Asep.

Pelatihan yang dipusatkan di kawasan Pamulang ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi lingkungan sosial di sekitarnya. Melalui kolaborasi ini, masjid tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah ritual semata, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat berbasis teknologi.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan memandang bahwa keterlibatan aktif pemuda masjid dalam ekosistem teknologi merupakan kunci penting untuk menjaga ruang digital tetap sehat dan konstruktif. Oleh karena itu, program ini diarahkan untuk melahirkan SDM lokal yang berdaya saing tinggi.

Baca Juga: Hibah Rp800 Juta untuk DWP Tangsel Disorot, Dasar Hukum Pencairan Anggaran Dipertanyakan

"Harapannya, pemuda masjid bisa makin kreatif, produktif, dan ikut berkontribusi membangun ekosistem digital yang positif," pungkasnya.

Load More