Andi Ahmad S
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:03 WIB
Petugas dari Polsek Serpong mengevakuasi korban kecelakaan pelajar di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Banten, pada Jumat (9/10/2026). (ANTARA/HO-Polsek Serpong)
Baca 10 detik
  • Dua pelajar SMK berinisial A dan W tewas akibat menabrak trotoar di Alam Sutera, Tangerang Selatan, pada Jumat (9/10) sore.
  • Kecelakaan tunggal tersebut terjadi karena korban panik dan memacu motor secara kencang untuk menghindari pelajar bersenjata tajam.
  • Hasil visum RSUD Tangerang menunjukkan korban mengalami cedera kepala berat akibat benturan keras dan bukan karena luka bacok.

SuaraBanten.id - Nasib naas menimpa dua pelajar SMK berinisial A (14) dan W (15). Keduanya tewas seketika usai sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak trotoar di kawasan Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat (9/10) sore.

Kecelakaan maut yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB ini diduga dipicu oleh aksi panik kedua korban. Mereka berupaya menghindari rombongan pelajar lain yang terlihat membawa senjata tajam.

Kapolsek Serpong, Kompol Suhardono, memastikan kejadian ini merupakan kecelakaan tunggal murni. Dari pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan bekas luka bacok maupun tusukan di tubuh kedua korban.

“Peristiwa ini murni kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, tidak ditemukan adanya luka bacok maupun luka tusuk pada tubuh kedua korban,” kata Suhardono.

Ia menjelaskan, kedua korban bersama sejumlah rekan sesama pelajar asal Pinang, Kota Tangerang, sedang menuju kawasan Alam Sutera untuk bermain futsal.

Saat melintas di bundaran Alam Sutera, kelompok korban berpapasan dengan rombongan pelajar lain yang membawa senjata tajam dan stik golf. Merasa terancam, korban kemudian memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi untuk menjauh dari rombongan tersebut.

Namun, pengendara kehilangan kendali hingga sepeda motor menabrak trotoar. Benturan keras mengakibatkan kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

“Hasil pemeriksaan visum di RSUD Tangerang menunjukkan luka memar pada bagian wajah, khususnya area dahi, serta cedera kepala berat akibat benturan keras saat jatuh. Tidak ada luka sabetan senjata tajam,” jelas Suhardono.

Ia menegaskan, berdasarkan pemeriksaan awal, peristiwa tersebut merupakan kecelakaan tunggal, bukan bentrokan atau tawuran antarpelajar.

Baca Juga: Tunggakan Pajak Mobil Mewah di Banten Capai Rp100 Miliar, Mayoritas di Tangerang Raya

Polisi masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengidentifikasi dan mencari rombongan pelajar yang membawa senjata tajam dan diduga memicu kepanikan korban.

Suhardono juga mengimbau orang tua dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap aktivitas siswa di luar jam sekolah guna mencegah kejadian serupa. [Antara].

Load More