-
Banten mengembangkan PLTB 200 MW di pesisir selatan (Ujung Kulon–Pelabuhan Ratu) untuk percepatan EBT dan menekan emisi gas rumah kaca.
-
Investor membutuhkan minimal setahun untuk penelitian data angin akurat sebelum konstruksi PLTB dimulai, demi menghindari kerugian pembangunan.
-
Pengembangan PLTB dan tenaga surya (400 MW) di Banten termasuk dalam rencana PLN dan akan terhubung ke sistem Jamali untuk pasokan listrik regional.
SuaraBanten.id - Kabar gembira bagi para pecinta lingkungan dan pendukung energi bersih. Provinsi Banten tidak mau kalah dengan Sulawesi Selatan yang terkenal dengan PLTB Sidrap-nya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten kini tengah tancap gas menyiapkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin di kawasan pesisir selatan.
Langkah progresif ini diambil sebagai bagian dari strategi percepatan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna menekan emisi gas rumah kaca yang kian mengkhawatirkan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, Ari James Faraddy, membocorkan bahwa proyek ambisius ini akan membentang dari batas Taman Nasional Ujung Kulon hingga ke Pelabuhan Ratu.
Tak main-main, kapasitas yang ditargetkan mencapai sekitar 200 megawatt (MW). Angka ini cukup masif untuk menyuplai kebutuhan listrik ramah lingkungan di wilayah Jawa bagian barat.
“Sudah ada yang akan melakukan investasi di sana,” ujarnya, dilansir dari Antara, Jumat (5/12/2025).
Membangun kebun angin tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ari menjelaskan bahwa investor saat ini telah memasang instrumen monitoring canggih di lokasi untuk mengukur kecepatan dan ketinggian angin.
Ari menekankan bahwa data angin harus sangat presisi karena sifat angin yang fluktuatif. Salah perhitungan bisa berakibat fatal pada efisiensi turbin.
“Tenaga bayu ini tidak sembarangan, tidak bisa hanya seminggu memasang alat. Harus berbulan-bulan, bahkan minimal satu tahun,” katanya.
Baca Juga: 4 Spot Wisata Hits di Kecamatan Tangerang Buat Liburan Akhir Tahun Low Budget
Investor harus memastikan detail teknis seperti ketinggian menara turbin yang pas dengan karakteristik angin di lokasi tersebut.
“Harus tahu ketinggian berapa meter, kecepatannya berapa. Jangan sampai kita menempatkan PLTB di sini dan ketinggiannya 10 meter, ternyata angin yang paling concern-nya 12 meter. Salah lagi. Pembangunan sudah mahal,” tegasnya.
Ternyata, Banten bukan hanya melirik angin. Potensi energi matahari juga sedang digarap serius. Ari mengungkapkan bocoran lain yang tak kalah heboh: rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) raksasa.
“Nanti ada investor akan membangun pembangkit tenaga surya terbesar di Indonesia, 400 MW rencananya di Lebak,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
4 Spot Wisata Hits di Kecamatan Tangerang Buat Liburan Akhir Tahun Low Budget
-
Polda Banten Bongkar 10 Kasus Tambang Ilegal, 50 Hektare Lahan Rusak Parah
-
BPOM Tangerang Sita Ratusan Kosmetik Ilegal Berbahaya, Cek Daftar Mereknya di Sini!
-
Pesisir Tangerang Siaga Satu, BMKG Sebut Efek Supermoon Bikin Air Laut Naik Drastis di Tanggal Ini
-
4 Hidden Gem Wisata Cilegon Paling Hits Buat Liburan Akhir Tahun 2025
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara