Polda Banten mengungkap 10 kasus penambangan ilegal (5 galian C, 5 emas) sepanjang Okt-Nov 2025 di Banten, merugikan negara Rp18 M.
Delapan tersangka dan delapan ekskavator diamankan, mereka menambang ilegal selama hampir 1 tahun di Serang, Tangerang, dan Lebak (TNGHS).
Tersangka dijerat UU Minerba, terancam 5 tahun penjara dan denda maks Rp100 M, kerugian lingkungan 50 hektar lahan rusak.
SuaraBanten.id - Polda Banten mengungkap sepuluh kasus penambangan ilegal sepanjang Oktober–November 2025 di sejumlah wilayah Banten yang merugikan negara hingga Rp18 miliar. Kasus tersebut terdiri dari 5 kasus galian C di wilayah Serang dan Tangerang dan 5 kasus pertambangan emas tanpa izin yang beroperasi di wilayah Lebak.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan 8 tersangka beserta 8 alat berat berupa ekscavator sebagai barang bukti. Mereka adalah YD (58) warga Jakarta Utara, AN (48) warga Lebak, MS (58) warga Tangerang, KR (59) warga Serang, AU (47) warga Lebak, SB (46) warga Tangerang, SS (47) warga Tangerang dan MS (63) warga Tangerang.
Disampaikan Kapolda Banten Irjen Pol Hengki Haryadi, para tersangka mengaku telah beroperasi selama hampir 1 tahun. Di mana aktivitas galian pasir dan batu ilegal dilakukan di kawasan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang dan Gunung Pinang, Kabupaten Serang.
Sementara untuk pelaku penambang emas ilegal berada di wilayah Cibeber dan Warung Banten, Kabupaten Lebak yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
"Modus operandi yang dilakukan para tersangka adalah melakukan penambangan bebatuan, pasir dan tanah uruk tanpa izin menggunakan alat berat, ekskavator. Kemudian melakukan pengolahan dan pemurnian emas di lokasi tanpa izin menggunakan proses glundung dan sianida untuk memisahkan kandungan emas," kata Hengki kepada awak media, Kamis (4/12/2025).
Dikatakan Hengki, lahan seluas 50 hektare dari 10 kasus penambang ilegal yang ditangkap mengalami kerusakan yang tak terkendali akibat penggunaan alat berat sehingga turut merugikan negara sekitar Rp18.350.000.000.
"Dari 10 kasus, yang digarap kurang lebih 50 hektar. Dari kerusakan kalau berdasarkan taksiran atau penghitungan penyidik bersama ahlinya, kurang lebih Rp18.350.000.000 kerugian negara. Itu kalau dia tidak bayar pajak, kerusakan lingkungan secara detail nanti akan disampaikan," ujarnya.
Saat ini, para tersangka telah ditahan di rutan Mapolda Banten untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Turut disita 8 unit ekskavator, cairan sianida, alat glundung hingga 20 karung batuan mengandung emas yang belum diolah.
"Para tersangka kita jerat dengan pasal 158 dan pasal 161 undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batu bara dengan ancaman penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar," tandas Hengki.
Baca Juga: BPOM Tangerang Sita Ratusan Kosmetik Ilegal Berbahaya, Cek Daftar Mereknya di Sini!
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
BPOM Tangerang Sita Ratusan Kosmetik Ilegal Berbahaya, Cek Daftar Mereknya di Sini!
-
Pesisir Tangerang Siaga Satu, BMKG Sebut Efek Supermoon Bikin Air Laut Naik Drastis di Tanggal Ini
-
4 Hidden Gem Wisata Cilegon Paling Hits Buat Liburan Akhir Tahun 2025
-
Tok! Mahasiswa Untirta Perusak Pos Polisi Divonis 3 Bulan Penjara
-
Siap-Siap Liburan Lancar? Pemprov Banten Kaji Stop Total Truk Tambang Selama Nataru
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu