- Agung Sedayu Group melalui PIK2 melaksanakan program CSR "Sekolah Terang, Tangerang Cerdas" pada 19 November 2025.
- Program ini menyasar pengecatan dinding dan sarana prasarana 39 SD di empat kecamatan pesisir Tangerang.
- Inisiatif ini merupakan kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan optimisme pendidikan setempat.
SuaraBanten.id - Pagi di pesisir utara Kabupaten Tangerang selalu dimulai dengan langkah-langkah kecil yang penuh harapan.
Anak-anak berjalan menuju sekolah sambil membayangkan ruang belajar yang ramah, terang, dan menjadi tempat mereka tumbuh.
Harapan sederhana itu kini menemukan wujudnya lewat program pengecatan massal bertema “Sekolah Terang, Tangerang Cerdas” yang digulirkan Agung Sedayu Group melalui PIK2.
Program CSR ini diresmikan pada 19 November 2025 oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dadan Gandana, Estate Management Director Agung Sedayu Group Restu Mahesa, serta Camat Teluknaga Kurnia. Dari Teluknaga, pesan perubahan itu bergerak pelan namun pasti menuju kecamatan lain di pesisir Tangerang.
Dalam sambutannya, Dadan Gandana menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak berdiri sendiri. Ia adalah bagian dari rangkaian kolaborasi panjang antara pemerintah daerah dan PIK2 untuk memperbaiki sarana pendidikan.
“Program CSR dari Agung Sedayu ini sangat-sangat komprehensif yang meliputi seluruhnya dari mulai sarana prasarana, sampai kepada program peningkatan dan pemberdayaan masyarakat yang ada di wilayah yang menjadi kawasan pengembangannya. Mudah-mudahan dampak yang dihasilkan dari CSR yang diselenggarakan Agung Sedayu ini bisa dirasakan langsung dan dilihat langsung oleh masyarakat,” ujar dia.
Di banyak sekolah, dinding-dinding kusam kini berubah menjadi kanvas yang lebih cerah. Ruang kelas, pagar, dan lorong-lorong sekolah dipoles ulang menggunakan cat ramah lingkungan.
Warna-warna cerah dipilih bukan sekadar untuk memperindah, tetapi untuk menyuntikkan optimisme.
Ada keyakinan bahwa perubahan kecil pada ruang belajar mampu menyalakan kembali semangat anak-anak yang setiap hari menjejak tanah pesisir dengan mimpi besar.
Baca Juga: Jaksa Gadungan Beraksi Lagi! Mantan Pegawai Dipecat Kejaksaan Curi Rp310 Juta dan Bawa Revolver
Program ini berjalan bertahap di empat kecamatan: Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, dan Mauk. Pemilihan sekolah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Dinas Pendidikan agar tepat sasaran, menargetkan ruang-ruang yang paling membutuhkan perbaikan.
Camat Teluknaga Kurnia turut menyampaikan apresiasi. Kehadiran PIK2, menurutnya, tidak sekadar sebagai pengembang, tetapi sebagai mitra yang ikut menjahit kembali kualitas pendidikan di wilayah pesisir.
Yang memberi kedalaman pada program ini bukan hanya cat yang menempel di dinding. Ada gerak kolektif di belakangnya
Karyawan dan manajemen PIK2, guru, aparatur pemerintah daerah, hingga komite sekolah turun langsung bersama. Dalam setiap sapuan kuas, ada tanda bahwa pendidikan bukan hanya urusan kelas, tetapi urusan bersama.
“Ada 39 total seluruh SD yang dicat dan akan diberikan tagline sebagai SDN Terang dan Cerdas Untuk Kabupaten Tangerang,” ujar Restu Mahesa.
Langkah ASG PIK2 juga mengikat diri pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas, lingkungan permukiman layak, dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Drama Penangkapan Pasutri 'Manusia Kapsul' Pembawa Sabu di Bandara Soetta
-
Tanggapi Penolakan Sampah Tangsel, Sekda Banten: Kota Serang Harus Diskusi dengan Warga
-
4 Spot Wisata Kuliner Hits di Tangsel yang Wajib Kamu Coba Akhir Pekan Ini
-
Pemkot Cilegon Didesak Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
-
Bogor dan Serang Kompak 'Tutup Pintu' untuk Sampah Kiriman Tangsel