-
Mogok siswa SMAN 1 Cimarga dipicu akumulasi kegeraman atas Kepsek yang arogan dan sering melakukan kekerasan verbal serta fisik.
-
Aksi mogok adalah protes murni terhadap perilaku Kepsek, bukan pembelaan terhadap siswa yang tertangkap merokok.
-
Kepala Sekolah menciptakan lingkungan belajar yang penuh ketakutan, ketidaknyamanan, dan sering mengganggu proses KBM.
SuaraBanten.id - Kasus mogok sekolah massal yang dilakukan ratusan siswa SMAN 1 Cimarga baru-baru ini menyita perhatian publik.
Awalnya, aksi ini disalahartikan sebagai bentuk pembelaan terhadap seorang rekan yang tertangkap merokok dan berujung ditampar oleh Kepala Sekolah (Kepsek), Dini Fitria.
Namun, pengakuan serentak dari para siswa membongkar fakta yang lebih dalam aksi tersebut adalah puncak kegeraman atas perilaku Kepsek yang dianggap arogan, sensitif, dan kerap melontarkan kata-kata kasar selama menjabat.
Protes ini adalah akumulasi rasa tidak nyaman yang sudah terpendam lama.
Berikut adalah 6 alasan utama yang diungkapkan oleh para siswa terkait aksi mogok dan kekesalan mereka terhadap Kepala Sekolah Arogan, Dini Fitria:
1. Puncak Emosi Kekerasan Fisik sebagai 'Garis Akhir'.
Meskipun bukan tujuan utama mogok, insiden penamparan terhadap siswa berinisial ILP yang kedapatan merokok menjadi pemicu yang menyulut bara api kemarahan. Bagi siswa, ini adalah bukti nyata tindakan berlebihan yang tidak mencerminkan sikap seorang pendidik.
Seorang siswa kelas XII berinisial A (17) menjelaskan bahwa aksi ini adalah puncak kegeraman siswa-siswi karena kita tuh mendam apa yang sering beliau (Dini Fitria) lakukan.
2. Didera Kekerasan Verbal dan Kata-Kata Kasar
Baca Juga: Kepsek Penampar Siswa di SMAN 1 Cimarga Diaktifkan Kembali, Ini Alasan Mengejutkan Andra Soni
Faktor yang paling sering disorot oleh para siswa adalah pola komunikasi Kepsek yang dinilai merusak mental. Kekerasan Verbal ini disebut sudah menjadi kebiasaan, jauh lebih sering terjadi daripada kekerasan fisik.
Siswa kelas XI berinisial B (16) menuturkan bahwa dirinya sering mendapatkan kekerasan verbal.
"Sering, bukan kekerasan fisik, hanya verbal dari mulut. Kalau fisik baru kemarin, kalau verbal uh sering banget. Kalau ada siswa yang salah, ada siswa gag merokok, ga pantas lah ditendang, dikatain anjing, goblok." ungkapnya.
3. Merasa Tertekan dan Takut Setiap Waktu
Prilaku Kepala Sekolah Dini Fitria yang sensitif dan mudah marah menciptakan lingkungan belajar yang tidak nyaman dan penuh ketakutan. Siswa merasa tidak bisa fokus belajar karena selalu dihantui rasa cemas.
B (16) mengungkapkan perasaannya dan rekan-rekannya.
Berita Terkait
-
Kepsek Penampar Siswa di SMAN 1 Cimarga Diaktifkan Kembali, Ini Alasan Mengejutkan Andra Soni
-
Siswa SMAN 1 Cimarga Serentak Bongkar 'Wajah Asli' Kepala Sekolah Dini Fitria
-
Siswa SMAN 1 Cimarga Ditampar Kepsek Ternyata Bukan Perokok Berat, Wakasek Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Ini Alasan Sebenarnya Dindikbud Banten Nonaktifkan Kepsek SMAN 1 Cimarga
-
Ditampar Kepsek hingga Dirujak Netizen, Mental Siswa Perokok Ini Disebut Kuat: Ibunda Justru Drop
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
Dukung Program Gentengisasi, BRI Optimalkan KUR Perumahan untuk Tingkatkan Kualitas Hunian
-
Imbas Konflik Timur Tengah, 39 Penerbangan di Bandara Soetta Terpaksa Re-Schedule
-
Dulu Sulit Bayar Kuliah Kini Punya Ribuan Karyawan, Begini Perjuangan Crazy Rich Cilegon
-
Pembatasan Angkutan Barang Mudik Lebaran 2026 Berlebihan, Aptrindo Desak Pemerintah Kaji Ulang
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029