Hairul Alwan
Senin, 02 Maret 2026 | 08:52 WIB
Ketua Alumni Universitas Al-Khairiyah (Unival), Dede Rohana Putra (kedua kiri) berbicang dengan pembicara lainnya, Minggu 1 Februari 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Dede Rohana Putra, alumni Unival, sukses berkat kerja keras kuliah sambil berbagai pekerjaan demi mandiri.
  • Dede Rohana meraih prestasi akademik terbaik meskipun bekerja, kini memimpin delapan perusahaan dengan banyak karyawan.
  • Lian Firman, alumni Unival lainnya, sukses di dunia hiburan setelah melalui kesulitan kuliah sambil bekerja keras.

SuaraBanten.id - Sukses sejatinya datang dari perjuangan, kerja keras dan ketekunan yang konsisten bukan kebetulan. Pernyataan itu tampaknya layak disematkan pada dua alumni Universitas Alkhairiyah (Unival), Dede Rohana Putra dan Lian Firman.

Ketua Alumni Unival, Dede Rohana Putra berbagi perjalanan dan perjuangannya hingga sukses pada momen seminar, buka bersama dan santunan yang digelar alumni Unival dan Aptrindo Banten.

Dede Rohana mumulai berbagi pengalaman dengan menceritakan masa dirinya ada di bangku kuliah pada 2004 hingga 2008 silam yang prosesnya dilalui dengan tidak mudah.

"2004-2008 saya dulu dudu dengerin pembicara saat masih jadi mahasiswa. Saya mau bayar kuliah enggak punya uang, ingin sesuatu harus cari sendiri," kata pria yang kerap disapa Dewan Viral di hadapan ratusan aluminus AlKhairiyah.

Ia juga menceritakan perjalanan kuliah yang dijalani bersamaan dengan berbagai pekerjaan untuk memenuhi biaya yang harus dibayarkan. Dede Rohana dulu menjalani kuliah sambil bekerja sebagai cleaning service, Office Boy, pramusaji restoran, jual sepatu, sweter, usaha sablon, hingga cetak undangan.

Alumnus Universitas Al-Khairiyah, Lian Firman berbagi perjalanannya menuju sukses di dunia selebritis. [Hairul Alwan/Suara.com]

"Dulu ketika kuliah, karena tuntutan keterbatasan diri, keterbatasan ekonomi, jadi kuliah itu harus mandiri tanpa dibiayai orangtua maka harus cari uang," kenang Ketua Aptrindo Banten itu.

Meski kuliah sambil bekerja, Dede yang kuliah di kelas karyawan terus menambah wawasannya dengan rutin membaca. Dalam seminggu, ia bahkan bisa meminjam 5 buku di perustakaan daerah (Perpusda) Kota Cilegon.

Karenanya, ia juga pernah menjadi juara satu lomba karya tulis ilmiah tingkat Provinsi Banten mewakili STIE Al-Khairiyah (Kini Unival) mengalahkan berbagi perwakilan kampus ternama lainnya di Banten.

"Saya dulu kelas karyawan tapi IPK saya terbaik mengalahkan mahasiswa reguler. Secara nilai saya lulusan terbaik," kenang Ketua DPD PAN Cilegon itu.

Baca Juga: Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029

Dede yang dulu ada di fase harus bekerja keras untuk kuliah sambil bekerja sampingan untuk memenuhi biaya kini telah berubah menjadi sosok yang belakangan disapa Crazy Rich Cilegon.

"Kini saya punya 8 perusahaan dengan karyawan hingga 3.000 orang. Itu adalah cerita waktu saya kuliah, mudah-mudahan menjadi inspirasi bagi adik-adik yang sekarang kuliahnya susah," tutur pria yang menjabat sebagai Ketua Taekwondo Kota Cilegon itu.

Ia berpesan pada mahasiswa yang tengah kuliah dengan keterbatasan ekonomi tak perlu berkecil hati karena dirinya bukan lahir dari keluarga berada.

"Dulu saya juga susah, jadi jangan berkecil hati, saya dulu pernah susah tapi dengan kerja keras dengan tekad dan doa. Ini buah dari kerja keras, perjuangan dan buah dari doa-doa orang di sekitar kita," ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten itu.

"Dari kecil kita punya cita-cita besar, tapi memang enggak kebayang sampai seperti ini, semoga bisa menginspirasi dan mudah-mudahan bisa memberikan dampak manfaat untuk masyarakat," pungkasnya.

Kisah Sukses Lian Firman

dari sekian banyak lulusan Universitas AlKhairiyah, ternyata ada alumni yang kini berkecimpung di dunia selebitis yakni Lian Firman. Namun, perjalanan pemuda asal Citangkil itu juga tak kalah berat dari Dede Rohana.

"Benar apa yang dibilang Kang Dede kalau kita ada di fase ini berasal dari proses yang tidak gampang, semua pernah ada di titik terendah kita," katanya.

Tak jauh berbeda dari Dede Rohana, masa kuliah Lian Firman juga dilalui dengan tidak mudah. Ia juga mesti kuliah sambil bekerja keras di salah satu perusahaan ritel.

"Saya pernah jadi pelayan di Carefure, cuma bedanya Kang Dede ke dunia bisnis, dunia usaha. Kalau saya ke dunia entertainment. Kita semua pernah ada di posisi itu, jadi jangan takut, jangan putus asa yang penting kita mencoba terus," ungkapnya.

Lian Firman juga berpesan untuk mencapai kesuksesan terkadang tidak boleh terlalu mendengarkan omongan orang lain yang berdampak membuat semangat menurun.

"Untuk menuju sukses enggak usah banyak dengar kanan kiri. Saya dulu dikata-katain, ngapain sih syuting cuma tayang punggungnya doang enggak keliatan mukanya," kata Lian Firman berbagi pengalaman buruknya kala itu.

Lian yang sbenarnya introvert mengaku tak mudah berkarir di dunia entertaiment. Namun, ia terus berusaha dan meyakini waktu sukses setiap orang berbeda-beda dan tantangan yang dihadapi juga berbeda.

"Ada yang setahun sudah sukses, ada yang harus menunggu 2 sampai 4 tahun. Jadi dalam mengejar sukses semua punya problem berbeda-beda dan solusinya juga berbeda," tuturnya.

Load More