-
Siswa SMAN 1 Cimarga protes mogok karena geram pada sikap arogan dan kekerasan verbal Kepsek Dini Fitria, bukan membela perokok.
-
Kepala sekolah SMAN 1 Cimarga sering melontarkan kata-kata kasar, membuat siswa tertekan, takut, dan situasi belajar tidak nyaman.
-
Aksi protes ini dipicu penamparan siswa perokok dan tantangan Kepsek agar siswa yang tak patuh keluar, lalu siswa berinisiatif mogok.
SuaraBanten.id - Para siswa SMAN 1 Cimarga membeberkan prilaku Dini Fitria selama menjabat sebagai kepala sekolah karena dikenal memiliki perangai sensitif dan cenderung arogan hingga tak jarang melontarkan kata-kata kasar.
Puncaknya, ratusan siswa SMAN 1 Cimarga pun melakukan aksi protes dengan mogok sekolah usai insiden penamparan kepala sekolah terhadap seorang siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
Salah seorang siswa kelas XII berinisial A (17) mengatakan, aksi mogok sekolah dilakukan sebagai bentuk kekesalan para siswa yang sudah terpendam lama atas sikap yang ditunjukkan oleh Dini Fitria ketika menjabat sebagai kepala sekolah.
Namun, A membantah aksi mogok sekolah dilakukan sebagai bentuk pembelaan terhadap seorang rekan mereka yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
"Kemarin kita tuh bukan membela perokok, kita tidak membenarkan ada yang merokok. Dan kita ini istilahnya puncak kegeraman siswa-siswi karena kita tuh mendam apa yang sering beliau (Dini Fitria) lakukan, kekerasan verbal yang ga bisa terjaga omongannya yang kurang enak didengar. Itu kayak selama ini kita mendam, kita tuh terlalu geram dengan sikap ibu kepsek, bukan kita membela perokok," kata A ditemui di SMAN 1 Cimarga, Rabu (15/10).
"Jadi itu tuh puncak semuanya yang kita pendam, jadi kita lakukan protes itu," imbuhnya.
Hal senada disampaikan salah seorang siswa kelas XI, B (16). Menurutnya, prilaku Dini Fitria membuat situasi sekolah tidak nyaman karena sering marah secara tiba-tiba, bahkan kerap melontarkan kata-kata kasar kepada siswa.
"Sering, bukan kekerasan fisik, hanya verbal dari mulut. Kalau fisik baru kemarin, kalau verbal uh sering banget. Kadang kami terganggu, misalnya lagi belajar tiba-tiba dia datang terus marah-marah ga jelas, kita tuh lagi belajar disuruh keluar mungut sampah, kan mengganggu KBM namanya, kan bisa mungutin sampah itu selesai KBM," ungkap B.
"Dia datang tiba-tiba terus melontarkan kata-kata kasar, dia nyuruh kita keluar, memberhentikan jam belajar. Kami merasa selalu ada tekanan, padahal kami ingin belajar nyaman, tentram, kalau ada beliau kami selalu merasa takut karena prilakunya itu," sambungnya.
Baca Juga: Siswa SMAN 1 Cimarga Ditampar Kepsek Ternyata Bukan Perokok Berat, Wakasek Ungkap Fakta Mengejutkan
Para Siswa Inisiatif Gelar Protes Karena Geram Ulah Kepsek
Disampaikan B, buntut prilaku yang dilakukan Dini Fitria membuat para siswa SMAN 1 Cimarga kompak melakukan protes atas sikap arogan yang ditunjukkan dan dipertontonkan hampir setiap waktu.
Bahkan, lanjut B, aksi protes dengan mogok sekolah terealisasi usai Dini Pitria sesumbar menantang para siswa untuk keluar dari sekolah apabila tidak mau menuruti perintahnya usai menampar ILP yang kepergok merokok di lingkungan sekolah.
"Setelah kejadian itu (penamparan) di hari Jumat , itu bukan demo, itu spontan kita dikumpulkan oleh ibu kepsek, disuruh kumpul di lapangan, kata dia semua siswa harus kumpul di lapangan. Terus dia bilang 'kalau ga mau ikut aturan silahkan keluar'," terang B.
"Nah di situlah inisiatif kita keluar, kita mau protes, kita mogok sekolah, kita bilang dari mulut ke mulut ke semua siswa, eh ternyata beneran sama sekali ga ada yg datang sekolah hari Senin, cuma lewat dari mulut ke mulut aja," imbuhnya.
Para Siswa Ngaku Sedih Dicap Membela Perokok
Berita Terkait
-
Siswa SMAN 1 Cimarga Ditampar Kepsek Ternyata Bukan Perokok Berat, Wakasek Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Ini Alasan Sebenarnya Dindikbud Banten Nonaktifkan Kepsek SMAN 1 Cimarga
-
Ditampar Kepsek hingga Dirujak Netizen, Mental Siswa Perokok Ini Disebut Kuat: Ibunda Justru Drop
-
Drama SMAN 1 Cimarga Berakhir: Kepala Sekolah Minta Maaf, Siswa Kembali Belajar
-
Protes Penamparan Kepala Sekolah, Siswa SMAN 1 Cimarga Akhirnya Berdamai, Ini Syarat yang Dipenuhi!
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Dituntut 11 Tahun, Mantan Kepala Bank di BSD Hanya Divonis 1 Tahun Penjara
-
Gubernur Andra Soni Sabet KWP Awards 2026, Dinilai Paling Peduli Pendidikan di Banten
-
Skandal Baru First Travel, Oknum Jaksa Diduga Nekat Jual Aset Rumah Barang Bukti Jemaah