-
Kemensos coret 39 warga Tangerang dari PKH karena judi online. Ini peringatan keras penyalahgunaan bansos.
-
Pemblokiran bansos berdasarkan laporan Kemensos dan PPATK melalui pengawasan rekening ketat hingga keluarga.
-
KPM dicoret masih bisa reaktivasi bansos melalui Dinsos setelah verifikasi ketat. Bansos harus bijak.
SuaraBanten.id - Kementerian Sosial (Kemensos) menunjukkan ketegasan dalam menegakkan aturan penyaluran bantuan sosial. Sebanyak 39 warga Kabupaten Tangerang, Banten, resmi dicoret dari daftar penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) setelah terbukti terlibat dalam aktivitas judi online (judol).
Langkah tegas ini menjadi peringatan keras bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar menggunakan bansos sesuai peruntukan dan tidak menyalahgunakannya untuk kegiatan ilegal.
Kepala Bidang Program Keluarga Harapan (PKH) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang, Endang Ramdhani, membenarkan penghentian ini.
Ia menjelaskan bahwa puluhan KPM tersebut merupakan hasil eliminasi berdasarkan laporan resmi dari Kemensos.
"Betul untuk saat ini ke 39 KPM tersebut di non-aktifkan bansosnya," ujar Endang Ramdhani.
Keputusan pemblokiran ini bukan tanpa dasar. Endang menjelaskan bahwa langkah ini merupakan hasil temuan pengawasan ketat terhadap rekening bank dan transaksi dompet digital, sebuah kolaborasi sinergis antara Kemensos dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dari laporan Kemensos dan PPATK tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Tangerang tidak tinggal diam. Mereka langsung bergerak cepat melakukan verifikasi terhadap 39 KPM yang nama-namanya tercantum dalam daftar blokir.
Proses pengawasan ini tidak hanya menyasar rekening penerima manfaat secara langsung, melainkan juga meluas hingga rekening milik anggota keluarga yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK).
"Dari hasil verifikasi ditemukan NIK yang terpakai untuk judol dan ada juga yang benar digunakan untuk judol. NIK salah satu anggota keluarganya yang tercantum dalam KK," ucap Endang, menyoroti celah penyalahgunaan yang terkadang melibatkan anggota keluarga lain.
Baca Juga: Fenomena Baru! 178 Warga Tangerang Resmi Ganti Kolom Agama di KTP Jadi Penghayat Kepercayaan
Saat ini, pihak Dinsos masih terus melakukan verifikasi mendalam terhadap puluhan KPM yang dicoret dari daftar penerima bansos untuk memastikan data dan keputusan yang akurat.
Meskipun telah diblokir, Endang Ramdhani menyebut bahwa para KPM yang terkena sanksi ini masih memiliki peluang untuk kembali masuk dalam daftar penerima bansos.
Prosesnya melalui reaktivasi yang ketat dan harus dilakukan oleh pendamping PKH dari Dinas Sosial. Ini menunjukkan adanya kesempatan kedua bagi mereka yang benar-benar berkomitmen untuk tidak lagi terlibat dalam judi online.
"Saat ini yang sedang dilakukan proses reaktifasi 5 KPM untuk dipulihkan kembali bansosnya," tutur Endang.
Menyikapi fenomena ini, Dinsos Kabupaten Tangerang kembali mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh KPM PKH.
"Dinsos mengimbau kepada KPM agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya secara benar dan bermanfaat dan tidak menggunakan bantuan untuk kegiatan konsumtif atau melanggar hukum, seperti halnya judol," kata Endang. [Antara].
Berita Terkait
-
Fenomena Baru! 178 Warga Tangerang Resmi Ganti Kolom Agama di KTP Jadi Penghayat Kepercayaan
-
Persita Gebrak Super League! Empat Kemenangan Beruntun Bawa Pendekar Cisadane ke Peringkat 2
-
Debt Collector Jadi Tersangka, Dituduh Lawan Polisi saat Penarikan Kendaraan
-
Momen Horor Pernikahan di Tangsel: Mobil Klasik Pembawa Pengantin Tiba-tiba Jadi Abu
-
Triliunan Rupiah! Segini Biaya Dibutuhkan Tangerang Bangun PSEL
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
HUT ke-500 Kabupaten Serang, Yanti Mustati Soroti Keberpihakan Pendidikan dan Rakyat
-
Niat Main Futsal Berujung Maut, Polisi Buru Rombongan Pelajar Pembawa Sajam di Tangsel
-
Tunggakan Pajak Mobil Mewah di Banten Capai Rp100 Miliar, Mayoritas di Tangerang Raya
-
Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan
-
Sembunyikan 93 Gram Sabu di Boks Motor, Pelarian DPO Narkoba di Serang Berakhir di Jeruji Besi