-
Seorang siswa SD di Pamulang nyaris jatuh dari jendela lantai 3, memicu kekhawatiran publik tentang keamanan sekolah.
-
Kepala sekolah dinilai kurang transparan dan terkesan defensif saat dimintai keterangan, merusak kepercayaan publik.
-
Insiden ini jadi pengingat bagi semua pihak, pentingnya evaluasi standar keselamatan sekolah vertikal secara menyeluruh.
SuaraBanten.id - Sebuah insiden mengerikan yang nyaris merenggut nyawa seorang siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Benda 1, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendadak viral di media sosial pada Rabu, 24 September 2025.
Video yang beredar luas menunjukkan seorang siswa SD menggantung di jendela kelas lantai 3, memicu histeria massal dan pertanyaan besar mengenai standar keamanan dan pengawasan di institusi pendidikan.
Lebih lanjut, respons Kepala SDN Pondok Benda 1, Adi Junaidi, yang terkesan menghindari media dan memberikan pernyataan seadanya, justru menimbulkan spekulasi dan menambah kekhawatiran publik tentang akuntabilitas pihak sekolah.
Insiden ini bukan hanya sekadar kecelakaan, melainkan cerminan dari potensi kerentanan dalam sistem pengawasan dan infrastruktur sekolah yang berjenjang tinggi.
Di tengah laju urbanisasi dan pembangunan sekolah vertikal, isu keselamatan siswa, khususnya di bangunan bertingkat, harus menjadi prioritas utama.
Kasus ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua, pendidik, dan pemangku kebijakan, menuntut evaluasi mendalam terhadap protokol keselamatan sekolah di seluruh wilayah.
Dalam rekaman video amatir yang menyebar cepat, terlihat jelas seorang siswa berseragam sekolah dasar sedang berpegangan erat pada kusen jendela kelas yang terbuka.
Ruang kelas tersebut berada di lantai 3 SDN Pondok Benda 1 Pamulang, sebuah ketinggian yang dapat berakibat fatal jika siswa tersebut terjatuh.
Warga sekitar yang menyaksikan pemandangan mengerikan itu dengan sigap merekam kejadian tersebut, mengabadikan momen ketegangan dan kepanikan yang melanda.
Baca Juga: Demi Cuan Rp800, Dua Pedagang Kerupuk di Tangsel Adu Jotos Rebutan Lapak
Beruntungnya, di tengah kepanikan, upaya penyelamatan sigap dilakukan oleh petugas sekolah. Aksi heroik ini berlangsung cukup dramatis, menunjukkan keseriusan pihak sekolah dalam merespons keadaan darurat tersebut.
"Beruntungnya, insiden yang membuat seluruh warga sekolah histeris itu pun bisa ditangani. Bocah yang menggantung di jendela kelas 3 berhasil diselamatkan," demikian laporan yang beredar.
Insiden ini, meskipun berakhir tanpa korban jiwa, meninggalkan trauma mendalam bagi siswa yang bersangkutan, teman-temannya, serta seluruh staf dan warga sekitar yang menyaksikannya.
Sorotan tajam kini beralih kepada respons kelembagaan, khususnya dari Kepala SDN Pondok Benda 1 Pamulang, Adi Junaidi.
Menanggapi insiden yang menggemparkan tersebut, Adi Junaidi sempat menolak memberikan keterangan yang memadai kepada wartawan yang hendak melakukan wawancara di depan sekolah.
Sikapnya yang terkesan menghindari media menjadi catatan negatif di mata publik.
Berita Terkait
-
Demi Cuan Rp800, Dua Pedagang Kerupuk di Tangsel Adu Jotos Rebutan Lapak
-
Heboh! Anggaran Perjalanan Dinas Pemkot Tangsel Rp117 Miliar Bikin Geleng-Geleng
-
Ditangkap! Suami di Tangerang Bacok Istri Hingga Kritis
-
Korban Ledakan Pamulang Meninggal Dunia, Alami Luka Bakar Nyaris 100 Persen
-
Kejari Kota Tangerang Geledah Kantor PT ASM: Usut Dugaan Korupsi Proyek PT Angkasa Pura Kargo
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
-
Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL
-
Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi
-
Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD
-
Motor Hantam Forklift di Jalan Raya Serang-Tangerang, Pasangan Suami Istri Tewas