- Kurangnya Koordinasi Antar-Wilayah Menjadi Akar Masalah
- Pelanggaran Aturan Menciptakan Dampak Buruk yang Luas
- Warga Mengambil Tindakan Karena Merasa Penegak Hukum Abai
SuaraBanten.id - Jalanan di perbatasan Tangerang-Bogor mendadak tegang pada Selasa kemarin. Bukan karena kecelakaan, tapi karena aksi massa yang mengambil alih jalan.
Warga dan pemuda Kecamatan Legok, yang kesabarannya sudah habis, membentuk barikade manusia untuk menghadang dan memutar balik paksa puluhan truk tambang raksasa.
Aksi nekat ini viral dan menjadi puncak dari masalah yang sudah bertahun-tahun meresahkan.
Tapi apa sebenarnya yang terjadi? Berikut 5 fakta penting yang perlu kamu tahu di balik amuk massa ini.
1. Aksi Massa Spontan, Bukan Premanisme
Jangan salah sangka, aksi ini bukan tindakan anarkis tanpa sebab. Menurut tokoh pemuda Legok, Tama, ini adalah gerakan spontanitas dari warga yang sudah terlalu lama memendam kekecewaan.
Mereka merasa aktivitas truk tambang di siang hari sudah sangat meresahkan dan membahayakan.
"Aksi ini dilakukan secara spontanitas, karena kita sudah resah atas aktivitas kendaraan tambang di luar jam operasional. Mereka sudah melanggar aturan daerah," ucap Tama, dilansir dari Antara.
Ini juga bukan kali pertama. Warga sudah beberapa kali melakukan aksi serupa, menunjukkan bahwa masalah ini adalah api dalam sekam yang terus menyala.
Baca Juga: Mengungkap Lubang Hitam di Balik Amuk Warga Lawan Truk Tambang
2. Aturan Jelas, Pelanggaran Lebih Jelas
Warga tidak asal bertindak. Dasar kemarahan mereka sangat kuat dan legal, yaitu Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Jam Operasional Kendaraan. Aturan ini sangat spesifik.
Truk angkutan barang (termasuk tambang) hanya boleh melintas dari pukul 22.00 WIB hingga 05.00 WIB.
Faktanya? Truk-truk "monster" ini bebas melenggang di siang bolong, seolah Perbup tersebut hanyalah hiasan kertas yang tidak memiliki kekuatan hukum sama sekali.
3. 'Dosa' Lintas Batas: Bogor Dituding Jadi Biang Keladi
Di sinilah letak akar masalah yang paling rumit. Menurut warga, sebagian besar truk ini berasal dari wilayah Kabupaten Bogor.
Masalahnya, penegakan aturan di wilayah Bogor diduga sangat longgar, sehingga truk-truk ini bisa lolos dengan mudah dan baru "terbentur" aturan saat memasuki wilayah Tangerang.
Berita Terkait
-
Mengungkap Lubang Hitam di Balik Amuk Warga Lawan Truk Tambang
-
Perbup Ada, Truk Tetap Liar! Saat Warga Legok Buktikan Aturan Jam Operasional Cuma Macan Kertas
-
Kesabaran Warga Habis: Puluhan Truk Tambang Monster Dihadang Paksa di Perbatasan Tangerang-Bogor
-
Ribuan Kendaraan 'Serbu' Banten Karena Program Pembebasan Pajak
-
Kronologi Blunder Digital DPRD Kota Serang: Detik-Detik Akun Wakil Rakyat Jadi Lapak Judi Online
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Sambangi Cilegon, Menteri Wihaji Beri Arahan ke Tim Penyalur MBG Ibu Hamil dan Menyusui
-
Peringkat Kredit Indonesia di Moodys Tetap Baa2, Alarm Bagi Kepercayaan Investor?
-
DPR RI Awasi Pengembangan Kawasan Wisata di Area Rencana Proyek Giant Sea Wall
-
Liburan Asyik Dekat Jakarta! 4 Rekomendasi Wisata di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
-
Apa Itu Sistem Polder? Teknologi yang Bikin PIK 2 Kembali Kering usai Dua Jam Hujan