SuaraBanten.id - Sebuah insiden kontroversial mewarnai sesi wawancara Wali Kota Serang, Budi Rustandi di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang pada Senin 4 Agustus 2025 kemarin.
Ironisnya, sesaat setelah meminta dukungan para wartawan untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, justru "meledak" dan melontarkan kata tak pantas kepada seorang jurnalis.
Politisi Partai Gerindra itu menyebut wartawan dengan kata "bego" saat ditanya mengenai jumlah tenaga honorer non-database yang ada di lingkungan Pemkot Serang. Perkataan ini sontak menjadi sorotan dan dinilai tidak mencerminkan sikap seorang kepala daerah.
Awalnya, sesi wawancara berjalan seperti biasa. Sejumlah wartawan menanyakan kejelasan nasib para tenaga honorer yang tidak masuk dalam database pemerintah pusat, yang terancam kebijakan penghapusan honorer nasional.
Budi Rustandi pun sempat memberikan penjelasan. “Gak boleh ada penambahan honorer kan udh dikunci di BKN nya. Saya hanya mengikuti aturan saja,” ucap Budi Rustandi.
Di tengah penjelasannya, Budi bahkan sempat mengajak para wartawan untuk berkolaborasi dan mendukung iklim investasi di Kota Serang, serta meminta bantuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas.
”Makanya dukung investasi jangan digoreng-goreng kalau masalah investasi karena penting untuk anak cucu kita. Teman-teman wartawan bareng-bareng edukasi masyarakat,” ujarnya.
Namun, suasana seketika berubah panas. Seorang wartawan dari media online lokal mencoba menggali data lebih dalam dengan mengajukan pertanyaan lanjutan: "Berapa jumlah tenaga honorer non-database yang masih bekerja di Pemkot Serang hingga saat ini?"
Alih-alih memberikan jawaban data atau mendelegasikannya secara profesional, Budi Rustandi justru merespons dengan nada tinggi dan melontarkan perkataan yang tidak pantas, yang seolah merendahkan profesi jurnalis.
Baca Juga: Wali Kota Serang Bakal Sapu Bersih Hiburan Malam, Hanya Boleh Beroperasi di Hotel Berbintang
“Ya lo, kamu tanya BKD. Bego amat sih,” ujar Budi kepada wartawan yang menanyakan hal tersebut.
Sikap Wali Kota ini sangat kontras dengan pernyataannya beberapa saat sebelumnya yang meminta dukungan dan kerja sama dari insan pers.
Pertanyaan mengenai data, yang merupakan bagian dari tugas jurnalistik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan transparan, justru dibalas dengan umpatan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Budi Rustandi maupun Pemkot Serang terkait terlontarnya kata "bego" yang ditujukan kepada salah satu wartawan tersebut.
Insiden ini menambah panjang daftar catatan komunikasi publik pejabat daerah yang menjadi sorotan.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Wali Kota Serang Bakal Sapu Bersih Hiburan Malam, Hanya Boleh Beroperasi di Hotel Berbintang
-
Inflasi Kota Serang Lebih Rendah dari Provinsi Banten dan Nasional
-
Ekstrakurikuler Jadi Arena Predator, Wali Kota Janji Pecat Oknum Guru SMPN 9 Serang
-
SDN Kuranji Disegel Lagi, Wali Kota Serang Ogah Damai dan Pilih Laporkan Ahli Waris ke Polisi
-
SDN Kuranji Disegel Lagi, Ahli Waris Tuding Wali Kota Serang Ingkar Janji
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Geger Warga Pasar Kemis, Kerangka Manusia Ditemukan di Lahan Kosong
-
SMP dengan Kurikulum Internasional Hadir di Tangerang, Dorong Berpikir Kritis dan Pecahkan Masalah
-
Dugaan Pelecehan Seksual Bawahan, Pemkab Tangerang Pastikan Tak Mendampingi Kasatpol PP secara Hukum
-
Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian