SuaraBanten.id - Peredaran narkotika jenis tembakau sintetis kini semakin canggih dan meresahkan. Seorang pemuda pengangguran di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, memanfaatkan media sosial Instagram untuk menjalankan bisnis haramnya, lengkap dengan sistem transaksi putus yang dirancang untuk mengelabui aparat.
Namun, sepandai-pandainya tupai melompat, aksi peredaran tembakau sintetis itu akhirnya terendus juga. Pemuda berinisial MA (20) itu tak bisa mengelak saat petugas dari Satuan Reserse Narkoba atau Satresnarkoba Polres Serang menyergapnya.
Penangkapan ini membongkar modus operandi modern yang digunakan MA. Ia tidak pernah bertemu langsung dengan pemasoknya. Semua transaksi dan komunikasi dilakukan melalui dunia maya.
Kasatresnarkoba Polres Serang, AKP Bondan Rahadiansyah, menjelaskan bahwa MA mendapatkan pasokan barang terlarang tersebut dari sebuah akun di Instagram.
“MA mendapatkan tembakau sinte dari akun Instagram bernama Pangeran2. Barang dikirim melalui sistem tempel di lokasi tertentu tanpa ada pertemuan langsung dengan penjual,” jelas Bondan, Selasa 5 Agustus 2025.
Sistem "tempel" ini adalah modus di mana penjual akan meletakkan barang pesanan di sebuah lokasi yang telah disepakati, kemudian pembeli akan mengambilnya tanpa ada tatap muka.
Ini menjadi tantangan tersendiri bagi polisi untuk melacak jaringan di atasnya. Terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan warga sekitar terhadap aktivitas MA.
Laporan dari masyarakat inilah yang menjadi kunci bagi polisi untuk bergerak.
“Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas MA,” ujar AKP Bondan Rahadiansyah.
Baca Juga: Halaman PN Serang Bergejolak, Solidaritas Warga "Kawal" Sidang Pembunuhan Penjaga BRILink
Berbekal informasi tersebut, tim yang dipimpin Iptu Rian Jaya Surana melakukan pengintaian. Puncaknya pada Selasa (29/7/2025) malam, sekitar pukul 20.00 WIB, petugas melakukan penangkapan saat MA sedang santai berbincang dengan tetangganya di sebuah rumah di Desa Margatani.
Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan taktik licik MA dalam menyembunyikan barang bukti. Enam paket tembakau sintetis ditemukan tersimpan rapi di dalam sebuah pot bunga di halaman rumah.
Di hadapan penyidik, MA yang pengangguran itu mengaku terpaksa terjun ke bisnis haram ini karena desakan ekonomi.
Ia mengaku baru dua bulan menjalankan perannya sebagai pengedar dan berencana memasarkan tembakau sintetis tersebut di wilayah Kabupaten Serang.
Kini, akibat perbuatannya, MA harus menghadapi ancaman hukuman yang sangat berat. Ia dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang bisa membawanya ke balik jeruji besi minimal 6 tahun atau bahkan hukuman mati.
Berita Terkait
-
Halaman PN Serang Bergejolak, Solidaritas Warga "Kawal" Sidang Pembunuhan Penjaga BRILink
-
Tiga Calon Sekda Kabupaten Serang di Tangan Bupati, Nilai Tertinggi Tak Jadi Jaminan Terpilih
-
Pesta Miras Berujung Maut, Dua Pelajar SMP Pukuli Korban Hingga Ditemukan Tewas di Sungai
-
Turnamen Sepak Bola HUT ke-80 RI di Cipocok Jaya Serang Berakhir Ricuh
-
Sakit Hati, Santri di Serang Tewas Usai Tenggak 16 Butir Antimo
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
BUMD Banten Gandeng Perusahaan Korea Selatan, Cabai dan Tomat Lokal Dibidik Tembus Pasar Ekspor
-
Dendam Kesumat 8 Tahun Berujung Maut, Pria di Cilegon Nekat Tancapkan Pisau Dapur ke Kepala Korban
-
Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran
-
Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan
-
Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi