SuaraBanten.id - Ratusan ribu siswa SD hingga SMA di Tangerang bakal mendapat cek kesehatan gratis yang diadakan Pemkot Cilegon melalui Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Tangerang.
Sebanyak 39 Puskesmas di Kota Tangerang dikerahkan untuk melakukan cek kesehatan gratis untuk 337.659 pelajar SD hingga SMA. 'scan' kesehatan kesehatan ini dilakukan untuk memburu penyakit tersembunyi dan memastikan kesiapan siswa di tahun ajaran baru.
Program cek kesehatan gratis ini dilakukan sebagai salah satu program kesehatan preventif paling masif dalam sejarah Pemkot Tangerang. Seiring dimulainya tahun ajaran baru 2025/2026, pelajar dari tingkat SD hingga SMA akan "disisir" dalam program cek kesehatan gratis (CKG).
Operasi senyap ini bertujuan untuk mendeteksi dini berbagai potensi masalah kesehatan dan memastikan seluruh siswa berada dalam kondisi prima untuk belajar.
Program ambisius yang digawangi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Dindik) ini bukan sekadar pemeriksaan biasa.
Ini adalah sebuah upaya komprehensif untuk memetakan kondisi kesehatan generasi muda kota, mulai dari status gizi hingga potensi penyakit menular yang mungkin tidak terdeteksi oleh orang tua.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa program ini akan menyasar seluruh lapisan pelajar tanpa terkecuali, baik dari sekolah negeri maupun swasta.
"Selanjutnya, secara teknis pelaksanaan akan dilakukan oleh 39 puskesmas secara bertahap. Yakni, menyasar pelajar kelas I hingga XII dari 986 sekolah SD hingga SMA negeri maupun swasta, dengan kisaran 337.649 siswa," papar dr. Dini pada Selasa 22 Juli 2025.
Pemeriksaan yang akan dilakukan jauh lebih mendalam dari sekadar pengukuran tinggi dan berat badan. Tim medis dari 39 puskesmas akan melakukan skrining lengkap yang mencakup pemeriksaan mata untuk mendeteksi gangguan penglihatan, pemeriksaan telinga, kesehatan gigi dan mulut, hingga deteksi dini penyakit menular maupun tidak menular yang rentan menyerang anak usia sekolah.
Baca Juga: Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Tangerang Pangkas Pohon Besar di Jalur Padat
Bagi Pemkot Tangerang, program ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kota. Memastikan pelajar sehat secara fisik dan mental akan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di kemudian hari.
"Program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan sejak dini. Kami ingin memastikan bahwa seluruh pelajar dalam kondisi sehat untuk mengikuti proses belajar-mengajar. Deteksi dini sangat penting agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal," jelas dr. Dini.
Lebih dari itu, program ini juga menjadi tulang punggung dalam mewujudkan visi Kota Tangerang sebagai kota layak anak dan kota sehat.
Tindak Lanjut Cepat bagi Siswa Bermasalah
Salah satu keunggulan utama dari program ini adalah adanya mekanisme tindak lanjut yang jelas. dr. Dini menegaskan bahwa program ini tidak akan berhenti pada tahap pemeriksaan. Setiap temuan masalah kesehatan akan langsung ditangani secara serius.
"Kami akan menindaklanjuti temuan-temuan tertentu, seperti gangguan penglihatan, anemia atau gizi kurang dengan rujukan ke layanan kesehatan lanjutan," katanya.
Berita Terkait
-
Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemkot Tangerang Pangkas Pohon Besar di Jalur Padat
-
Antisipasi Premanisme dan Tawuran, Polsek Balaraja Gencarkan Patroli
-
Operasi Patuh Maung 2025: 38 Pengendara Terjaring, Bermain HP Jadi Pelanggaran Terbanyak
-
Pabrik Peleburan Baja di Tangerang Banten Disegel KLHK
-
Identitas Mayat Pria di Sungai Cisadane Terungkap, Keluarga Kenali Korban dari Bekas Luka
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Dukung Olahraga Nasional, BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September